HETANEWS

Ciptakan Zero Narkoba dan Bebas Pungli, Ini Langkah Lapas Siantar

Kalapas Menanti Sukardi Sianturi.

Simalungun  - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pematangsiantar menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI dan Polri.

Ini bertujuan untuk mewujudkan program Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) menciptakan kawasan Zero Handphone, Pungutan Liar dan Narkoba (Zero Halinar)di wilayah Lapas.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Siantar, M Sukardi Sianturi menyatakan, saat ini pihaknya tengah ‘mensingsingkan lengan baju’ guna mempercepat menjalankan arahan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Langkah pertama yakni mempererat jalinan kerjasama dengan BNN, TNI dan Polri. 

“Selanjutnya, program dari Lapas dengan melakukan kerja sama bantuan personil TNI dan Polri untuk memperkuat Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) guna melakukan penggeledahan. Lalu mempercepat nota kesepakatan (MoU) dengan Yayasan Sungai Jordan (IPWL) untuk pelaksanaan rehabilitasi pengguna narkoba,” sebut Menanti melalui siaran persm Senin (13/2/2017). 

Langkah berikutnya, melakukan razia dari Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgas Kamtib) Lapas Klas IIA minimal 2 kali seminggu. Melakukan razia oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP) bersama staf. KPLP juga piket sehari dalam seminggu di hari yang berbeda. 

Sementara kegiatan rutin, setiap hari melakukan apel pagi sekaligus troling kondisi bangunan dan kebersihan umum oleh seluruh petugas. Menyusun jadwal tugas pejabat struktural dengan tugas membantu petugas P2U melakukan penggeledahan kepada petugas jaga yaitu pukul 06.00-07.00, pukul 12.30-13.00 dan 17.30 -18.00 WIB.

“Kita pastikan tanpa terkecuali petugas tidak ada yang membawa handphone (HP) di dalam blok. Komunikasi hanya dengan hand talky (HT),” sebut Menanti.

Pihaknya juga akan memberikan pelatihan keterampilan baik mandiri (tenun, jahit menjahit, peternakan ikan di bronggang, peternakan bebek di luar dan sapi), selain itu dengan Diakonia HKBP telah ada pembicaraan awal berupa pelatihan dan pemasaran hasil produksi nantinya.

Penulis: jer. Editor: aan.