Labuhanbatu, hetanews.com - "Wah, ngeri kali tubuhnya terpotong kereta api. Tak sanggup awak melihatnya".

Begitulah ucapan warga yang menyaksikan tubuh wanita yang tidak diketahui identitasnya, Minggu (12/2/2017) sekira pukul 00.30 WIB di perlintasan kereta api KM 56-330 antara Stasiun Stungir-Membang Muda, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Menurut keterangan saksi Sunarto (28) penjaga perlintasan kereta api Gunting Saga warga Lingkungan IV Wonosari, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura dan Anggri (33) anggota Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) KAI, warga Dusun I Padang Mahondang, Kecamatan Pulo Rakyat, Kabupaten Asahan mengatakan, saat itu KA Sri Bilah KAU 49 dengan Masinis N Eko Setiawan datang dari arah Rantau Prapat menuju Medan

Kereta api menabrak tubuh korban yang dalam posisi tertidur di jalur perlintasan KA. Akibat tabrakan tersebut korban meninggal dunia di tempat.

"Tubuh wanita itu memang terlentang di rel sebelum ditabrak kereta api," ucap kedua saksi.

Belum diketahui pasti kronologis terjadinya kecelakaan tersebut. Namun pihak Polsek Kualuh Hulu tiba di lokasi langsung membawa tubuh wanita itu untuk diotopsi ke RSUD Kabupaten Labura.