HETANEWS

Jalatua Berharap Pemilik Media Sadar Wartawan harus Punya Jaminan

Plt Kabag Humas dan Protokoler Kota Siantar, Jalatua Hasugian.

Siantar, hetanews.com - Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari, hetanews mencoba mewawancaraiPelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas dan Protokoler Kota Siantar, Jalatua Hasugian perihal pers saat ini.

Sebagai mitra kerja awak media terutama di bagian pemberitaan dan informasi, Jalatua mengatakan, saat inikebebasan pers sudah mendapat tempat di Negara Indonesia. Terutama sejak pasca reformasi tahun 1998.

“Harus kita akui bahwa pasca reformasi tahun 1998 yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kebebasan pers sudah mendapat tempat di Republik Indonesia. Seiring dengan itu, pertumbuhan Pers kita begitu pesat dan beragam terutama pers lokal,” ujarnya, Kamis (9/2/2017).

Hal ini bukti bahwa pers berperan penting dalam proses kemajuan peradaban serta pembangunan bangsa dan negara yang demokratis. Lanjutnya, dengan begitu, para jurnalis memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan dan kemajuan sebuah Negara, baik itu melalui kritik maupun melalui saran.

“Karena itu kita semua, terutama wartawan, bahwa pers juga punya kepentingan dan tanggungjawab yang besar terhadap proses berbangsa dan bernegara. Untuk itu, produk Pers harus terus makin membaik dan profesional dalam mencerahkan serta mengedukasi masyarakat,” kata Jalatua.

Dalam harapannya kepada dunia pers, dia berharap agar pers tetap terus menjadi media informasi kepada masyarakat luas dengan prinsip memberikan fakta yang sesungguhnya, berimbang serta independen. Dia juga berharap agar perusahaan media bisa memberikan perhatian lebih kepada para pekerja pers.

“Pers harus tetap berpegang pada prinsip yang independen, objektif, konstruktif dan berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik serta menghindari pemberitaan yang hoax. Namun kita juga  berharap agar pemilik media menyadari bahwa pekerja Pers harus punya jaminan kesejahteraan yang layak. Bukan malah membiarkan wartawannya mencari sendiri kesejahteraannya bermodalkan kartu pers,” ungkap Jalatua yang sebelumnya pernah menjadi wartawan salah satu media cetak di Kota Siantar.

Ditanya perkembangan dunia pers di Kota Siantar, ia menerangkan bahwa pertumbuhan media di Kota Siantar cukup pesat, baik itu media cetak maupun media online. Kondisi ini menimbulkan kompetensi yang makin ketat.

 “Secara khusus, saya melihat pertumbuhan pers di Kota Siantar, baik cetak maupun online cukup pesat. Meski diakui kondisi ini menimbulkan kompetensi yang makin ketat, tapi semuanya bisa bertumbuh secara wajar,” tuturnya.

“Saya berharap, teman-teman wartawan senantiasa mau memberdayakan potensinya masing-masing sehingga kehadiran pers itu benar-benar dirasakan masyarakat serta pemerintah. Dengan demikian, eksistensi pers sebagai pilar keempat demokrasi bisa diwujudkan,” kata Jalatua mengakhiri.

Penulis: ndo. Editor: aan.