HETANEWS

Ini Sepak Terjang Kamaludin Alias Ayah Kamal di Lapas Siantar

Kamal Munthe saat digiring petugas dari Lapas Siantar pasca tertangkapnya pengunjung kantongi sabu usai mengunjungi dirinya.

Simalungun, hetanews.com - Seorang pengunjung perempuan didapati membawa narkotika yang diduga jenis sabu-sabu setelah membesuk terdakwa narkoba Kamaluddin Munte alias Ayah Kamal pada Selasa (31/2) lalu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pematangsiantar.

Ini membuat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Menanti Sukardi Sianturi mengambil sikap dengan membentuk tim khusus (timsus) untuk memeriksa Kamal yang diduga sumber  barang bukti tersebut.

Hal  itu dikemukakan oleh Menanti Sukardi, kemarin. Tim tersebut terdiri dari anggota Lapas yang bertugas untuk memeriksa dan mengcross check informasi dan data dari Kamaludin Munthe. Tim tersebut, kata Sukardi dalam tahap dikerjakan dan berkordinasi kepada pihak terkait.

“Setelah peristiwa itu, dibentuk tim dari lapas, koordinasinya langsung ke saya. Masih dalam pengerjaan,” papar Menanti.

Kamaluddin adalah seorang terdakwa narkoba yang berulang kali masuk keluar lapas. Dari sepak terjang Kamal, diketahui 2 kali menjadi warga binaan Lapas Labuan Ruku, Medan Petisah dan Lapas Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Kamaludin saat ini kembali menjadi penghuni Lapas Klas II A Pematangsiantar sejak ditangkap pada Rabu (27/7/2016) atas transaksi narkotika jenis sabu. Sat ini kasus Kamaluddin masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun dan agendanya mendengarkan keterangan saksi ahli.

Di lapas, persisnya di Block Enggang, terdakwa pengedar narkotika jenis sabu ini diduga melakukan aksi provokatif, memberikan ancaman ketidakkondisifan apabila bisnis narkotikanya tidak berjalan mulus.

Oleh karena itu tidak menjadi rahasia umum warga binaan yang tersangkut narkoba sejumlah 710 orang dapat mencicipi sabu  dari dalam lapas yang bertempat di Jalan Asahan Km 8 No 8 Kabupaten Simalungun tersebut.

Bisnis pengendalian narkoba dalam lapas yang dimainkan Kamal bukan tergolong hal yang sepele. Jaringan yang dibangun cukup terkodinasi dengan rapi dengan melibatkan oknum oknum petugas lapas hingga peredaraanya sampai keluar lapas.

Untuk itu, Menanti Sukardi telah mengadukan peristiwa tersebut ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Setelah peristiwa itu, kita sudah melaporkan ke kementrian. Mereka sudah tau,” ujar Menanti Sukardi.

Menurut Kalapas, Kamaludin sudah sepatutnya menerima pembinaan khusus jika sudah tidak mampu menerima pembinaan yang sewajarnya di lapas.

“Jika sudah tak bisa lagi dibina, lebih baik dipindahkan saja. Ada pembinaan khusus bagi terdakwa narkoba yang melakukan pengendalian narkoba dalam lapas. Itu sedang dirumuskan. Harapan saya secepatnya dia bertobat,” sebut Kalapas.

Penulis: gee. Editor: aan.