HETANEWS

Diduga Marak Peredaran Narkoba di Lapas Siantar, Kalapas Akui Ada Keterlibatan Oknum Petugas

Siantar, hetanews.com - Peristiwa tertangkapnya seorang pengunjung perempuan mengantongi narkotika diduga jenis sabu usai membesuk dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pematangsiantar, mengembalikan ingatan ternyata masih ditemukan pengendalian Narkoba dari dalam lapas.

Desas desus mengenai hal itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Menanti Sukardi Sianturi mengakui pihaknya masih kekurangan jumlah petugas lapas dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban (kamtibmas) dilingkungan lembaga pemasyarakat tersebut, Selasa (7/2/2017)

Saat ini, jumlah petugas Lapas Siantar tercatat sebanyak 80 orang yang dibagi menjadi beberapa bidang. Antara lain bidang administrasi dan penjagaan.

“Di bagian administrasi ada 4 orang. Penjagaan hanya6 dalam satu regu dan dibagi menjadi 4 regu dalam satu shif,” ujar Sukardi.

Menurut  Kalapas, minimnya kuantitas sangat mempengaruhi gangguan Kantibmas. Antara lain, yakni, pemberontakan serta perkelahian sesama warga binaan dan pengendalian narkotika dalam lapas. Perbandingannya adalah jumlah petugas lapas sebanyak 80 orang dengan warga binaan mencapai1.261 orang.

“Minimal ada 10 -15 orang dalam 1 regu untuk melakukan penjagaan di 4 pos dan 5 blok. Ini kami hanya 6 orang menghadapi 1.261 orang,” katanya.

Dari 1261 warga binaan diantaranya 710 orang warga binaan yang terlibat dalam kasus narkoba. Atas kasus tersebut, Menanti tak menampik bahwa lemahnya pengawasan dan jumlah personil  mengakibatkan tidak terakomodirnya penegakan kamtibmas di lapas.

Tidak hanya itu, Sukardi juga mengakui beberapa oknum petugas lapas diduga terlibat dalam jaringan dan atau membantu peredaraan narkoba di dalam lapas. Terbukti, ada petugas lapas telah menjalani hukuman akibat tersangkut dalam peredaraan narkoba di lapas itu sendiri.

“Sudah berulang kali saya ingatkan kepada pegawai supaya tidak ikut-ikutan dan mengingatkan supaya tidak melakukan hal itu. Kalau pun ada yang terlibat saat ini, silakan polisi tebas habis. Terbukti kan ada petugas lapas sudah menjadi warga binaan,” tukasnya.

Lanjut Sukardi, oknum petugas lapas yang terlibat dalam kerjasama peredaran narkoba adalah orang yang mengambil keuntungan besar serta memperkaya diri dari bisnis peredaraan benda haram tersebut. Selain  itu, hal itu pun sangat sulit dibuktikan karena dilakukan secara sembunyi sembunyi.  

“Kadang ada juga oknum sipir yang berkianat. Buktinya ada petugas lapas yang sudah ditangkap gara-gara itu,” katanya.

Menanti juga mengatakan, lapas tidak boleh hanya berstatus aman namun arus juga tertib menjalankan aturan-aturan yang berlaku.

Penulis: gee. Editor: aan.