HETANEWS

Usai Kunjungi Bandar Sabu, Pengunjung ‘Dikorbankan’ saat Keluar dari Lapas Siantar

Kalapas Siantar, Menanti Sukardi Sianturi

Simalungun, hetanews.com  - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas II A Pematangsiantar, Menanti Sukardi Sianturi membenarkan tertangkapnya seorang pengunjung setelah hendak  keluar dari lapas.

Hal tersebut disampaikan Menanti, Selasa (7/2/2017) di ruang kerjanya di Lapas Klas II A Pematangsiantar, Jalan Asahan Km VIII No 8 Pematangsiantar.

Kejadiannya tepat seminggu yang lalu yakni  Selasa (31/1/2017) sekira pukul 11.30 WIB. Saat itu, Kalapas M kebetulan melakukan pengawasan kepada bawahanya.

Ia pun melihat seorang perempuan sedang berada di ruang pendaftaraan atau data base pengunjung Lapas Klas II A Siantar. Bersamaan dengan itu, Menanti mempertanyakaan kepada perempuan itu siapa hendak dibesuk.

“Kebetulan saya memantau di ruang pendaftaraan. Saya tengok diagayanya agak aneh. Baru saya tanya mau ketemu siapa? Dijawab dia si Kamal,” beber Sukardi.

Kepada Kalapas, ibu 2 orang anak itu sempat minta izin, dan memberitahu dirinya memiliki hubungan keluarga dengan seorang terdakwa bernama Kamaludin Munthe alias Ayah Kamal, seorang bandar sabu yang saat ini menjalani hukuman di Lapas.  

Setelah mendaftar dari ruang ruang data base, perempuan yang saat itu mengenakan baju warna pink dan celana jins itu masuk ke ruang portir (pintu utama) dan diperiksa dua orang sipir yang sedang bertugas ditempat itu.  

Setelah melewati serangkaian proses masuk ke lapas, perempuan yang tinggal di Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar ini menerima tanda pengenal pengunjung. “Saya sempat menauruh curiga, yang ditemuinya itu mantan bandar sabu,” ungkap Sukardi.

Usai membesuk, perempuan itu kemudian kembali ke ruang portir yang sebelumnya sudah melakukan scan sidik jari. Di ruang portir itu, kedua petugas sipir kemudian melakukan pemeriksaan kembali kepadanya. Dari celana jins biru yang dikenakan perenpuan itu ditemukan narkotika yang diduga jenis sabu, didapat dari saku celananya.

“Setiap pembesuk yang keluar dari lapas juga tetap dilakukan pemeriksaan. Dan Petugas jaga saat itu juga curiga, karena yang dibesuknya bandar sabu,”  jelas Sukardi.

Saat itu juga perempuan itu diamankan pegawai lapas. Selanjutnya, beberapa personil Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun turun ke lokasi membawa perempuan beserta barang bukti  yang diduga sabu seberat bruto 0,3 gram, handphone (HP) merek Samsung dan uang tunai Rp 300 ribu di dalam amplop untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kata Kapalas, Kamaluddin Munthe alias ayah Kamal juga turut diboyong . “Si Kamal juga ikut dibawa dan besoknya baru dibawa lagi ke lapas,” ketusnya 

Belum diketahui jelas apa yang melatar belakangi pertemuan antara perempuan itu dengan terdakwa bandar sabu itu. Namun kepada petugas lapas, perempuan itu mengatakan barang bukti yang diduga sabu tersebut didapatnya dari terdakwa Kamal yang tak lain pria yang dibesuknya. Namun beberapa kali ditanya, jawabnya pun selalu berubah-ubah. Ia sempat menjawab bahwa barang haram tersebut diambilnya dari pot bunga yang terdapat di dalam lapas.

Penulis: gee. Editor: aan.