HETANEWS.COM

Jual Jam Dinding, Ngaku LSM dan Wartawan Peras Kepsek di Asahan

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara memaparkan modus penjualan jam dinding dengan 2 tersangka memakai sebo. (foto : Heru)

Asahan, hetanews.com - Menjual jam dinding bergambar bupati dan denah kelas ke sejumlah sekolah di Kabupaten Asahan, 2 orang oknum mengaku wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) menginap di sel tahanan Polres setempat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Senin (30/1/2017).

Modus kedua pelaku berinisial SIN dan SNB melakukan penjualan jam dinding ke sejumlah sekolah dengan mengatakan perintah Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang. Keduanya juga mengaku wartawan dan LSM, sehingga berhasil mengeruk keuntungan sebanyak Rp 100 juta dari beberapa sekolah.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara menuturkan, adapun pemerasaan dilakukan dengan memasukan barang berupa jam dinding yang ada gambar Bupati Taufan Gama Simatupang dan Wakil Bupati Surya, namun tanpa menggunakan kwitansi.

“Dengan memanfaatkan momentum akan terkucur dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kedua pelaku melakukan penagihan dengan kwitansi mereka sendiri. Apabila tidak ingin membayar, keduanya mengancam sebagai wartawan dan LSM  kepada para kepsek,” sebut Bayu.

Akhirnya dengan keterpaksaan, para kepsek pun memproses pembayaran itu, namun dengan dana pribadi bukan melalui dana BOS.

“Kita telah mengkonfirmasi akan dugaan permintaan pihak pemerintahan oleh Bupati Asahan yang dilakukan kedua pelaku. Namun setelah melalui proses pemeriksaan diketahui Bupati tidak ada memerintahkan, bahkan sama sekali tidak mengetahui prilaku kedua pelaku,” sebut Bayu.

Kartu wartawan dan LSM milik kedua pelaku. (foto: Heru)

Lanjutnya, pelaku menjual sebanyak 1.000 unit jam dinding dengan harga per unit Rp 250-400 ribu. Sementara barang bukti yang disita adalah 8 unit jam dari beberapa sekolah  yakni 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN), 2 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP), 2 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan 2 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Asahan.

“Kita menghimbau para kepsek apabila ada merasa keberatan dan terbebani diminta segera melaporkan ke Polres Asahan terkait hal itu,” papar Bayu.

Kanit Tipikor, Iptu Riyanto menambahkan, untuk denah kelas para tersangka belum sempat menjalankannya, namun sudah membuat sebanyak 200 unit dan rencananya akan dijual Rp 400 ribu per unitnya. Sementara itu para tersangka disangkakan pasal 368 jo pasal 55,56 jo pasal 64 KUHP pidana tentang pemerasan.

Penulis: heru. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!