HETANEWS

Mangatas Silalahi: Orang Berpartai harus Utamakan Amanah Partai

Ketua Partai Golkar Siantar, Mangatas Silalahi saat menyampaikan arahan oada pelaksanaan Muscam PK Siantar Barat.

Siantar, hetanews.com - Ketua DPD II Partai Golkar Kota Siantar, Mangatas Silalahi menuturkan, orang berpartai ata masuk di partai politik (parpol) harus mengutamakan amanah partai dan tidak boleh dilanggar.

Ini disampaikan Mangatas dalam pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) ke 9 PK Partai Golkar Siantar Barat, Minggu (29/1/2017) di Jalan Penyabungan No 11.

Mangatas dalam arahannya menyampaikan, Muscam ini bagian konsolidasi dan amanah Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Bali. Ini artinya bagi pengurus PK yang terpilih wajib melaksanakan konsolidasi hingga ke tingkat kelurahan.

"Siantar Barat merupakan pemenang di Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 dimana suara Golkar 7.000 lebih dengan 2 kursi di DPRD Siantar. Kita harus melakukan konsolidasi mulai tingkat kota, kecamatan dan kelurahan. Dengan harapan pengurus yag terpilih bertanggung jawab memenangkan golkar di daerah masing masing, termasuk agenda lainnya seperti Pileg, Pemihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)," sebutnya.

Namun Mangatas menilai, masih kurang militansi dan kesetiakawanan di Partai Golkar. Mangatas mengatakan, bicara Anggaran Dasar Partai dan Panca Bakti, hal itu jelas disebutkan. Menurutnya, kurangnya militansi dan kesetiakawanan itu tampak saat berlangsungnya Pilkada Siantar, masih ada ketidaksolidan dalam mendukung calon yang diusung.

"Ini harus dijadikan pelajaran baik pengurus DPD, Kecamatan dan Kelurahan. Suka atau tidak suka, harus mendukung amanah partai. Membuat Partai Golkar sebagai partai besar butuh waktu selama 50 tahun lebih. Target sesungguhnya menang dan berkuasa dalam arti positif," sebutnya 

Wakil Ketua DPRD Siantar ini juga menegaskan, orang berpartai harus mengutamakan amanah partai dan tidak boleh dilanggar. "Mudah-mudahan ini dijaga, serta memiliki militasi dan kesetiakawanan serta jangan lupa berdoa, saya yakin Partai Golkar menang di Siantar," sebutnya.

Dirinya juga meminta PK membangun komunikasi dengan memanfaatkan anggota dewan dari Partai Golkar dalam membantu masyarakat sekitar, jadi pelopor dan terdepan. Ini salah satu cara meraih simpati masyarakat. Jika ini dilakukan, Mangatas yakin Golkar menang di 2019 di Siantar. "Hilangkan budaya jatuh menjayuhkan di Golkar, caranya dengan mendukung pengurus yang terpilih sampai habis priodesasinya," papar Mangatas.

Suasana pelaksanaan Muscam Ke 9 PK Partai Golkar Kecamatan Siantar Barat.

Pelaksanaan Muscam itu dihadiri Sekretaris DPD II, Marli Surya Tama, Wakil Sekretaris, Ramli Sihotang, Ketua Fraksi Partai Golkar, Rini Silalahi, Sekretaris Fraksi, Hendra PH Pardede, Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Siantar, Moan Manullang dan para pengurus kelurahan se Kecamatan Siantar Barat.

Dalam Muscam itu, Sofian Nur Bakkara terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PK Siantar Barat. Sofian Nur dalam sambutannya menuturkan, akan memilih pengurus yang berpotensi untuk memenangkan Partai Golkar kedepan, khususnya di Siantar Barat.

"Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan pilihannya dan semoga bisa mengemba amanah itu. Saya juga berharap pimpinan kelurahan membantu pihaknya sehingga dapat membangun Golkar secara kerja sama," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar, Rini Silalahi dalam sambutannya mengatakan, di Partai Golkar harus ada timbul rasa memiliki, sehingga ada cinta dan sayang maka menimbulkan loyalitas dan kesetiaan. Menurutnya, dengan kesolidan di antara pengurus, maka lebih mudah memenangkan Golkar.

Rini juga menyatakan, sebagai anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II siap membantu PK Siantar Barat dalam membesarkan Golkar. Dirinya juga meminta jangan menyia-nyiakan keberadaan 5 kursi di DPRD Siantar, maka para pengurus dapat menyampaikan berbagai hal dalam memperjuangan aspirasi masyarakat kepada Ketua PK, sehingga dapat diteruskan ke pihaknya untuk dapat diperjuangkan dan direalisasikan.

Penulis: tim. Editor: aan.