HETANEWS.COM

Penangkapan Pelaku Narkoba di Depan Polres Asahan Tewaskan 1 Orang

Jasad Bagianta Bangun yang tewas di RSUD HAMS Kisaran. (foto : Istimewa)

Asahan, hetanews.com - Polres Metro Jakarta Barat dan Polres Asahan berhasil menangkap empat orang pelaku pembawa narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi sebanyak 7 bungkus, Kamis (26/1/2017) sekira pukul 21.45 WIB di Jalan Ahmad Yani By Pass atau di depan Mapolres Asahan.

Penangkapan dipimpin Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja bersama tim yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermawanto. Dalam penangkapan itu, 2 orang pelaku ditembak karena berupaya melarikan diri.

Riski Ayu Lestari dan Elvika Siregar diamankan di Polres Asahan. (foto: Istimewa)

Sebelumnya tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat dan Polres Asahan meelakukan penyetopan 1 unit mobil Avanza warna silver nomor polisi (nopol)BK 1083 lC. Namun sewaktu dilakukan penyetopan, pengemudi mobil Bagianta Tadius Bangun tidak mau menghentikan laju kenderaan.

Petugas terpaksa melakukan tindakan penembakan ke arah mobil dan mengenai tangan kanan dan punggung dari Bagianta. Setelah mobil berhenti, petugas selanjutnya melakukan penggeledahan.

Di dalam mobil ditemukan 4 orang terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka adalah Aleksander (23) status mahasiswa, warga Jalan HM Joni No 11 A, Medan dan luka tembak pada bagian betis kaki sebelah kanan. Bagianta Tadius Bangun (32) mantan anggota Polri Polres Tanah Karo, Jalan Jamin Ginting Gang Pemda No 7 Kabanjahe, Kabupaten Karo, yang mengalami luka tembak pada tangan, punggung serta dada sebelah kanan.

Alexander yang mengalami luka di bagian betis akibat ditembak. (foto: Istimewa)

Kemudian, Riski Ayu Lestari (21), warga Jalan Eka Rasmi Gang Eka Delima Kecamatan Medan Johor, Kota Medan dan Elvika Siregar (20), warga Jalan Sidomulio Kelurahan Melur, Kecamatan Cempaka, Kota Pekan Baru, Riau.

Pengakuan dari Elvika Siregar, jika Kamis (26/1/2017) sekira pukul 19.30 WIB, mereka sebanyak 5 orang berangkat dari Hotel Suranta, Kota Tanjungbalai menuju Desa Sei Tempurung, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan mengenderai mobil Avanza warna Silver BK 1083 lC.

Sewaktu di perjalanan menuju Desa Sei Tempurung bertemu dengan seorang laki-laki yang mengenderai sepeda motor dan tidak mengetahui namanya. Bagianta lalu menyuruh Elvika mengambil 1 buah tas ransel warna abu abu hitam.

Mobil yang ditangkap membawa sabu dan ekstasi. (foto: Istimewa)

Selanjutnya tas tersebut diletakkan di lantai mobil, dan Bagianta kembali menyuruh Elvika mengambil 1 bungkusan kecil di dalam tas dan menyerahkan kepada seorang laki-laki yang ada di dalam mobil. Namun Elvika tidak tau namanya, hanya orang memanggilnya 'Abang'.

"Lalu kami berangkat mengantarnya ke loket bus ALS di Simpang Kawat. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Medan dan tertangkap di depan Mapolres Asahan," sebut Elvika.

Bungkusan berisi sabu san ekstasi yang diamankan. (foto: Istimewa)

Sementara itu, Bagianta usai ditangkap dibawa Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermawanto guna pengembangan kasus. Namun, Jumat (27/1/2017) sekira pukul 02.00 WIB, Bagianta meninggal dunia akibat luka tembak pada bagian pungung belakang dan dada sebelah kanan.

Hingga saat ini mayat tersangka masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah H Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran.

 

Penulis: jer. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!