HETANEWS.COM

Akses Jalan Terganggu, Anak Sekolah Berjalan di Aspal

Beberapa pelajar berjalan di pinggir jalan sewaktu pulang sekolah dikarenakan tratoar yang seharusnya untuk pengguna jalan disalah gunakan penjual pulsa berjualan di atas tratoar tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan yang berada di Jalan Kartini. (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Usaha dagang pulsa elektrik merupakan kegiatan usaha yang menghasilkan omzet cukup menjanjikan.

Tergolong kebutuhan sehari-hari, pedagang pulsa elektrik pun mudah ditemukan di berbagai tempat khususnya di pinggiran jalan atau trotoar.

Namun disayangkan kini pedagang pulsa elektrik telah menggunakan fasilitas publik demi memperlancar bisinisnya.

Sepanjang Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, puluhan pedagang pulsa menggunakan fasilitas umum seperti trotoar untuk lapak jualan hingga mengganggu para pejalan kaki yang sehari-hari menggunakan trotoar tersebut.

Tak jarang, para pedagang membentangkan tenda di atas trotoar atau memotong akses jalan dengan menjajakan berbagai barang seperti asesoris gadget. 

Beberapa pelajar berjalan di pinggir jalan sewaktu pulang sekolah dikarenakan tratoar yang seharusnya untuk pengguna jalan disalah gunakan penjual pulsa berjualan di atas tratoar tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan yang berada di Jalan Kartini. (foto: Lazuardy Fahmi)

Seperti halnya yang dilakukan Anggi (20). Walau masih tergolong baru berbisnis pulsa, Ia juga menggunakan fasilitas umum (trotoar) sebagai lapak jualan. "Saya baru semalam jualan disini, karena rama," ujarnya Kamis (26/1/2017).

Di seputaran Jalan Kartini dikenal sebagai kawasan'pendidikan karena beberapa sekolah bertempat di sana. Di tempat itu pula lokasi trotoar yang merupakan kebutuhan pejalan kaki sudah dipakai sebagai lapak jualan. 

Akibatnya para pelajar terpaksa berjalan tepat di bahu jalan. Selain membahayakan para pejalan kaki (pelajar), para pedagang pulsa juga telah merampas hak publik atau kepentingan umum. 

Pelaksana Tugas (Plt) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar, Robert Samsosir mengatakan, pedagang telah merampas hak publik demi kepentingan bisnis. Selain mencegah kemacetan, Satpol PP saat ini berupaya menyusun rencana penataan tempat.'"Jangan berjualan tapi menggangu hak-hak publik. Itu tidak boleh," ujar Robert.

Kata Robert, bila pedagang telah menggangu ketertiban umum, pihaknya akan segera menindak dengan melakukan penertiban yang akan dimulai per 1 Februari mendatang.

Robert juga menghimbau para pedagang supaya lebih mementingkan kebutuhan pejalan kaki daripada kepentingan dagang.

Penulis: gee. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!