Simalungun, hetanews.com - Bupati JR Saragih, Kamis (26/1/2017) melantik pejabat eslon II, III dan IV di Auditorium T Johan Garingging, Simalungun City Hotel, Pematang Raya. 

Ada nuansa yang menarik pada momen pelantikan kali ini. Ratusan pejabat eslon yang dilantik mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Alhasil, nuansa adat Indonesia tergambar jelas dalam pelantikan. Nuansa miniatur Indonesia yang indah dengan segala keberagamannya.

Para pejabat Pemkab Simalungun yang dilantik. (foto: Humas Pemkab).

"Saya ingin menyatukan, sekaligus menegaskan, bahwa Simalungun ini dibangun sama-sama dengan seluruh masyarakat disini (Simalungun). Walaupun berbeda-beda suku dan agama. Jadi bukan penyeragaman budaya Simalungun," ungkap JR Saragih usai melantik para pejabat.

Dijelaskan JR Saragih, dengan berpakaian adat seperti ini, dirinya juga ingin mengingatkan ke para pejabat eslon bahwa seluruh jajaran Pemkab Simalungun walaupun berbeda-beda suku dan agama tapi tugas sama, yaitu memberikan pelayanan dan bekerja yang lebih baik lagi ke masyarakat.

Bupati JR Saragih saat bersalaman denga Sekda Gidion Purba didampingi istri. (foto: Humas Pemkab).

JR Saragih pun berharap, sebanyak 634 orang pejabat dari eslon II, III dan IV dapat sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat untuk mencintai budaya mereka masing-masing. Meskipun mereka bekerja di Kabupaten Simalungun.

Bupati JR Saragih saat memasang tanda jabatan pada salah seorang pejabat. (foto: Humas Pemkab).

Pada kesempatan tersebut, JR Saragih berpesan, jangan pernah bermain-main dengan segala hal yang melanggar hukum seperti mengambil kutipan atau bermain culas. Sebab, dirinya akan menindak tegas dimulai dari pemeriksaan hingga pemecatan jabatan.

Bupati JR Saragih saat menyalami para pejabat yang dilantik. (foto: Humas Pemkab).

"Jika memang para pejabat baru ini terdapat atau terbukti 'culas. atau menerima kutipan, maka akan kita periksa. Jadi sekarang setiap melakukan kesalahan wajib diperiksa di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Inspektorat setelah itu kita laporkan ke Aparatur Sipil Negara (ASN), kemudian dijatuhkan sanksi. Tentunya setelah mendapat peringatan sampai 3 kali. Kalau sampai 3 kali tetap berbuat maka kita pecat," tegas JR Saragih.