HETANEWS

Perceraian di Asahan 5 Orang Setiap 2 Hari

Pengadilan Agama Kisaran.

Asahan,hetanews.com - Angka tertinggi kasus perceraian dengan faktor ekonomi menjadi penyebab hingga mencapai 80 persen. Artinya setiap 2 hari ada 5 orang tercatat bercerai di Kabupaten Asahan pada tahun 2016 lalu.

Kepada hetanews, Panitera Muda Pengadilan Agama Kisaran, Herman, Rabu (25/1/2017) menuturkan, di tahun 2015 ada sisa perkara 191 kasus yang diselesaikan di 2016 lalu. "Yang diterima tahun 2016 sebanyak 1.135 kasus hingga ditotal ada 1.326 kasus masuk di persidangan Pengadilan Agama Asahan," ujar Herman.

Namun dari 1.326 kasus perceraian tahun 2016, masih 1.115 kasus yang terselesaikan hingga sisa sebanyak 211 kasus akan berlanjut di 2017. Artinya penyelesaian kasus cerai yang ditangani mencapai 84,40 persen selama tahun 2016.

Sementara itu di tahun 2015 ada 916 kasus yang terselesaikan. Dan tahun 2016 ada 1.115 kasus. Maka selama 1 tahun ada peningkatan kasus cerai mencapai 199 kasus.

"Sebagian kasus perceraian karena faktor ekonomi dengan alasan suami (laki laki) tidak memberi nafkah kepada istri (perempuan). Namun kesiapan dalam menjalani hidup berumah tangga yang sebenarnya tidak siap hingga alasan ekonomi yang menjadi laporan," sebut Herman. 

Pengajuan perceraian yang disidangkan juga ada faktor perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga. Sementara yang paling tinggi mengajukan cerai adalah perempuan.

Secara terpisah, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kisaran melalui Kasi Binmas Islam, Lahuddin Hasibuan kepada hetanews menuturkan, terkait laporan kepada Badan Penasehat Perkawinan dan Penyelesaian Perkawinan (BP4) selama tahun 2016 , hanya menerima 3 orang saja yang melapor terkait konflik rumah tangga.

Lahuddin mengakui, kurang pahamnya masyarakat bahwa ada yang namanya BP4 yang berdiri sampai di tingkat kecamatan untuk menegahi konflik rumah tangga.

Lahuddindiketahui  baru 6 bulan menjabat Kasi Binmas Islam di Kantor Kemenag Kisaran  mengakui, kurang maksimal dalam mensosialisasikan adanya BP4 sampai di kecamatan.

Penulis: heru. Editor: aan.