HETANEWS

Kisah Briptu Ilham Purba dari Pemakai hingga Jadi Kurir Sabu

Dibelakang) Briptu Ilham Samsuri Purba dan Taisar Nasution. (foto : BT).

Siantar, hetanews.com - Oknum personil Polres Simalungun, Briptu Ilham Samsuri Purba bungkam seribu bahasa pasca ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota  Siantar.

Ia ditangkap setelah salah seorang petugas BNN menyaru sebagai pembeli sabu. 

Dari tangan oknum polisi yang berdomisili di Jalan Majapahit, Kecamatan Siantar Utara ini berhasil disita petugas satu paket sabu seberat 0,52 gram.

Pihak BNN Siantar memaparkan kasus Briptu Ilham di Kantor BNN, Jalan Keselamatan, Kecamatan Siantar Utara. Selain Ilham, petugas juga memaparkan rekannya, Taisar Nasution.

"Dari pelaku TN kita mendapatkan narkotika jenis sabu seberat 2,5 gram (3 paket)," tandas Pelaksana Harian (Plh) Kepala BNN Siantar, Kompol Pierson Ketaren saat memaparkan kedua tersangka dan barang bukti yang disita.

Namun, Briptu Ilham maupun Taisar Nasution enggan membuka mulutnya untuk berbicara ketika sejumlah awak media yang mencoba menanyainya.

Pierson menambahkan, Briptu Ilham mengaku menggunakan sabu sejak beberapa bulan belakangan. Menurutnya, Ilham berperan sebagai penjual sabu (kurir), sedangkan barang haram itu milik TN, warga Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Siantar Utara.

"Peran dia (Ilham) menjual sabu. Dulunya dia bilang langganan beli sabu sama si TN. Karena dia bilang, dulu kalau beli yang paket Rp 100 ribu dapatnya bisa yang Rp 200 ribu. Istilahnya di orang ini paket preman namanya," ujar Pierson.

Ilham akhirnya terjerumus kedalam 'jurang'. Peran sebagai penjual sabu kemudian dilakoninya. Diduga pekerjaan sebagai anggota Polri menjadi 'benteng' baginya untuk menjual sabu.

"(Ilham jual sabu) ya mungkin karena utangnya sudah banyak sama si TN. Dulu dia sering belanja (sabu) sama si TN. Pertama dia nggak ngaku. Dia katanya cuma disuruh nitipkan tapi akhirnya dia ngaku barang itu punya si TN, makanya langsung kita tangkap (TN)," tandasnya.

Kedua pelaku dijerat pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkotika. "Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," tegas Pierson.

Penulis: bt. Editor: aan.