HETANEWS.COM

Bersidang di PN Kisaran, Bupati Batubara Maafkan Pelaku Pencemaran Nama Baik

Bupati Batubara OK Arya saat diperiksa sebagai saksi di PN Kisaran. (foto : Heru Sihotang)

Asahan, hetanews.com - Bupati Batubara, OK Arya menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran untuk mengikuti sidang dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) pencemaran nama baik, Kamis (19/1/2017).

Sebelumnya OK Arya menjadi korban akibat postingan terdakwa inisial MAS (43) atas tuduhan sepihak melalui media sosial (medos) Facebook (FB). Kehadiran OK Arya untuk dimintai keterangannya sebagai saksi di PN Kisaran.

Sidang yang berlansung lebih kurang 1 jam itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Dinahayati Syofyan, didampingi hakim anggota Eva Rina Sihombing dan Bay Aswin Aulia, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riachad Sihombing dan Pebrow Adhi Aksa  Soeseno. Selain itu hadir juga kuasa hukum terdakwa, Imam Syatria, Halimatussakdia Lubis, dan Khairul.

OK Arya mengatakan, pencemaran nama baik dan menyebabkan kerugian moril itu dengan menuduh dirinya sebagai orang nomor 1 di Batubara itu jual beli jabatan dengan harga Rp 500 juta. Disebut juga Kabupaten Batubara dipimpin oleh orang 'bedebah', dengan dilengkapi foto dirinya (OK Arya). Pencemaran nama baik itu diketahui sejak 15 November 2015 lalu. 

Dalam sidang itu, Ketua Majelis Hakim memberikan kesempatan bagi terdakwa warga Dusun III, Simpang Dolok, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara untuk bertanya dan meminta maaf kepada korban.

"Beliau (OK Arya) adalah abang, dan orang tua saya. Saya minta maaf," ujar terdakwa, sambil bersalaman dan memeluk OK Arya di depan persidangan.

Bupati OK Arya bersalaman dengan terdakwa. (foto: Heru Sihotang)

Usai sidang kepada hetanews, OK Arya menganggap pencemaran nama baiknya sebagai pemimpin Kabupaten Batubara. Sehingga masalah ini dilaporkan ke polisi, sebagai pembelajaran dan harus diproses hukum.

"Secara pribadi saya memaafkan, namun hukum ditegakan Indonesia ini Merah Putih," ujar OK Arya.

Dia mengaku, tidak dirugikan secara materil, ataupun kiprah politik, namun masyarakat di Batubara sendiri yang menilai dan sejauh ini pemerintah berjalan dengan baik.

"Masyarakat masih mempercayai saya menjadi bupati kedua kali dengan jalur independen. Saya kenal dengan terdakwa ini tapi tidak mengerti apa maksudny membuat postingan di FB itu," sebut OK Arya.

Informasi yang dihimpun kasus ini sebelumnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Poldasu), dengan menetapkan 1 orang tersangka dugaan pelanggaran UU ITE pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 1, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan. 

Dalam kasus ini saksi sebanyak 11 orang, ditambah 3 aksi ahli, yaitu Ahli Bahasa, Ahli Forensik Digital dan Ahli ITE. Saat ini terdakwa mendekam di penjara, selama menunggu putusan sidang. 
 

Penulis: heru. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan