HETANEWS.COM

Bayi Ditinggal Ibu Kandung di RSUD Kisaran Meninggal Dunia

Bayi yang sempat dirawat di inkubator hingga akhirnya meninggal dunia. (foto : Heru Sihotang).

Asahan, hetanews.com - Bayi malang yang ditinggalkan ibu kandung di RSUD HAMS Kisaran, Kabupaten Asahan, akhirnya meninggal dunia.

Sebelumnya bayi berjenis kelamin laki-laki berusia 7 hari iti dirawat di inkubator setelah ditelantarkan ibu kandungnya, Nuraini (37) warga Jalan Beting, Lingkungan I, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, pada Minggu (15/1/2017) sekira pukul 03.45 WIB.

Bayi dengan berat lahir 2,3 kg dan panjang 47 cm itu ditinggalkan ibunya setelah 2 hari melahirkan melalui operasi caesar, Selasa (10/1/2017).

"Ibunya kabur sejak melahirkan, Minggu (8/1/2017). Ibunya tak pernah menyusui bayinya hingga akhirnya meninggal dunia," kata salah seorang perawat bayi Titin Lusi Hariani kepada awak media

Menurut Titin, kondisi bayi sejak dilahirkan memang kurang sehat jika dibandingkan dengan bayi normal lainnya. Semasa hidupnya, bayi itu diasuh para perawat yang sedang bertugas. 

"Kalau masalah biaya pengobatan, nggak ada masalah. Karena terdaftar dan dijamin Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kalau untuk  popok dan kebutuhan lainnya, kami (perawat) iuran membiayainya," kata Titin. 

Informasi yang dihimpun dari Ruang Kebidanan Anggrek, Nurainun diketahui melarikan diri saat bidan yang bertugas hendak memberikan obat. Setelah dicari seisi ruangan, namun Nurainun tak kunjung ditemukan, termasuk kakak kandungnya yang menemani selama proses persalinan.

Barang bawaan mereka yang biasanya teronggok di bawah tempat tidur juga sudah tidak ada. Sementara Nurainun baru 1 kali ganti perban.

Dari keterangan para pasien di Ruangan Anggrek, Nurainun diketahui telah ditinggalkan suaminya, Imsarwani (36) sejak usia 3 bulan kehamilan. 

Terkait persoalan penelantaran bayi itu, tidak mengetahui apakah sudah atau belum dilaporkan pihak RS ke Kepolisan sebelum bayi tersebut meninggal dunia. "Wah, kalau itu saya nggak tau. Abang tanya aja sama Direktur," kata salah seorang bidan yang tak bersedia disebut namanya.

Terpisah, Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim)  Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara mengaku, tidak ada menerima laporan penelantaran bayi dari pihak RS, sebelum bayi tersebut meninggal dunia. 

"Nggak ada laporan ke kita (Polres Asahan) dari pihak rumah sakit. Setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya bayi meninggal, dimana sebelumnya ditinggalkan ibunya, langsung kita lakukan penyelidikan. Saat ini kita masih mengumpulkan bahan dan keterangan," tandasnya. 

Sementara Kabid Pelayanan RSUS HAM Kisaran, Lobiana Nadeak kepada hetanews, Senin (16/1/2017), membenarkan bayi itu ditinggalkan ibunya dan setelah meninggal dunia pihak keluarga telah menjemput jenazahnya.

Kembali ditanya akan keterkaitan pelaporan ke Dinas Sosial (Dinsos) Asahan, Lobiana mengatakan, bayi itu masih dalam keadaan sakit dengan jenis penyakit Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), sehingga dengan keadaan tersebut masih tanggung jawab RSUD HAMS. 

"Apabila telah sehat baru kita beri laporan ke pihak Dinsos. Memang ada rencana akan menyurati pihak Dinsos," kata Lobiana.

Penulis: heru. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!