Medan, hetanews.com - Benny Diputra (32) warga Dusun XIII, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang yang ditembak mati petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di pintu kanal Jalan Brigjend Zein Hamid, Lingkungan XI, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor ternyata baru saja menerima 2 kg sabu dari tersangka J dan Y.

"Sebelum kami tembak, tersangka BD ini mengambil narkoba dari J dan Y atas perintah AY yang merupakan narapidana (napi) di Lapas Tanjung Gusta. Sabu tersebut berasal dari Dumai, Riau," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjend Arman Depari saat memaparkan kasus ini di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan (KPPBC), Sabtu (14/1/2017).

Menurut Arman, adapun napi Tanjung Gusta yang terlibat masing-masing AY, HS, AF dan A. Namun, yang memiliki peran penting dalam kasus ini adalah AY atau Ayao.

"Tersangka AY yang meminta HS, AF dan A untuk mencari pembeli. Setelah ketemu pembeli, tersangka A kemudian menghubungi AL untuk mengambil barang kepada Y alias AG," kata Arman.

Sementara tersangka lainnya yang ditangkap dalam kasus ini masing-masing PS, DEN dan SY. Semua tersangka ini memiliki hubungan erat terkait peredaran sabu di Sumatera Utara.

"Sabu ini berasal dari Malaysia dengan cara dipasok lewat Dumai. Sabu dikemas dengan bungkusan teh berwarna kuning emas," ungkap Arman.

sumber: tribunnews