Simalungun, hetanews.com - Proyek peningkatan jalan jurusan Tanah Jawa - Hutabayu Raja di Kabupaten Simalungun sepertinya tidak ada pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bina Marga selaku penanggungjawab kegiatan.

Hal tersebut terlihat pada pengerjaan pengaspalan jalan dan pembuatan parit tersebut diduga asal jadi.

Menurut salah seorang anak rantau di Kecamatan Hutabayu Raja, jika proyek ini diduga proyek siluman dan terkesan asal jadi, dengan biaya  Rp 7.276.615.000.00. Terindikasi proyek itu hanya memperkaya diri pemenang tender dan dinas terkait.

Papan proyek kegiatan. (foto: Frengki)

"Masa proyek senilai miliaran hanya sekitar 3 km saja. Seharusnya anggaran yang segitu besar biayanya harus bisa memperbaiki jalan sekitar 6 km," ungkapnya, Sabtu (7/1/2017).

Amatan hetanews di Nagori Pokan baru, Mariah Jambu dan Panambean Raja Johombang, Kecamatan Hutabayu Raja, jika pengerjaan jalan tersebut tampak diduga asal jadi.

Sementara pada bagian lain, dimana bangunan pasangan parit yang sudah selesai dikerjakan juga asal jadi. Ini membuat warga sekitar meragukan kualitas bangunan tersebut.

Pengasapalan jalan di Nagori Pokan Baru. (foto: Frengki).

Proyek senilai Rp 7.276.615.000 dengan sumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sepertinya dikerjakan terkesan asal-asalan.

Hal tersebut sangat dimungkinkan karena kurangnya pengawasan dari dinas terkait. Untuk itu aparat penegak hukum agar pro aktif dalam mengawal proses pelaksanaan proyek yang menggunakan uang negara tersebut.