Siantar, hetanews.com - Polres Siantar kembali melakukan pemeriksaan terhadap, SR (15) siswi salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yang dianiaya dan diperkosa secara beramai-ramai.

Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya penganiayan yang diterima siswi kelas 1 itu saat diperkosa ramai-ramai oleh 8 orang pemuda.

"Disuruh datang oleh pak polisi. Kami datang, terus dilakukan visum lagi ke RSUD Djasamen Saragih. Ada satu polisi mendampingi kami. Hasil visum tadi terbukti ada penganiayaan," ujar Hamdan, ayah angkat SR di Mapolres Siantar, Jalan Sudirman, Kecamatan Sianta Barat, Selasa (3/1/2017).

Visum kedua kali ini menurut Hamdan, terbukti bahwa ada luka-luka hasil sulutan rokok yang dilakukan 8 orang pemuda biadab. 

Terpisah, Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Siantar, Aiptu Malon Siagian menyampaikan, mereka sudah memeriksa SR guna mengusut adanya penganiayaan terhadap SR.

"Iya ada kita visum luar untuk memastikan ada atau tidak penganiayaan. Kemarin itu visum dalam. Pasal pemerkosaan sudah dikenakan. Pasal penganiayaan dikenakan jika hasil visum adanya penganiayaan sudah keluar," ujar Malon.

Malon bercerita dari hasil pemeriksaan yang mereka lakukan, bahwa para pelaku yang memerkosa SR ini sudah merencanakannya terlebih dahulu. "Sudah direncanakan. Ada 3 orang yang menjemput. Lalu 5 lagi menunggu di lokasi kejadian," ujarnya.

Saat ini Polres Siantar sudah menangkap 3 orang pelaku, sementara 5 lagi masih berkeliaraan. "Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk 5 orang sudah kami keluarkan. Semua identitasnya sudah kita kantongi. Kita kejar terus," ujar Malon.

Sebelumnya menurut pengakuan SR, bahwa pelaku yang memperkosanya ada yang dia kenal. Kemudian seorang yang dikenal oleh SR, yaitu AG (15) menceritakan kepada polisi bahwa ada delapan pelaku tindakan bejat tersebut.

SR diperkosa di kompleks Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Siantar, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Utara, setelah dijemput dari rumah orang tua kandung SR di Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. 

SR dibujuk ikut dengan alasan diajak makan dari pesan media sosial (medsos) Facebook (FB) salah satu terduga pelaku yang merupakan teman sekolah korban.

sumber: tribunnews