HETANEWS

Ini Perkara Menonjol di Kejari Siantar

Kajari Siantar M Masril. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com - Perkara kasus narkotika dan Undang-Undang Perlindungan Anak (UU PA) menjadi perkara menonjol yang ditangani Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar.

Hal ini dikatakan saat Kepala Kejari (Kajari) Siantar, M Masril didampingi Kasi Pidum, Albert Pangaribuan, Kasi Pidsus, Herianto Siagaian dan Kaur Tata Usaha, M Muchlis memberikan keterangan ke wartawan, Rabu (28/12/2016).

Sebelumnya, untuk tindak pidana umum diluar KUHPidana yakni seperti narkotika, lalu lintas (lantas), Minyak dan Gas Bumi (Migas), Perlindungan Anak, Kekerasan Dalam Rumah Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 119 perkara, tahap satu sebanyak 116, 2 dikembalikan, tahap dua sebanyak 142, dilimpahkan ke Pengadilan sebanyak 142 dan yang telah putus sebanyak 156.

"Paling banyak ditangani kasus narkotika dengan 83 SPDP, yang dikembalikan 2, tahap dua sebanyak 123, limpah ke pengadilan sebanyak 123 dan 115 kasus sudah diputuskan. Dari narkotika yang diserahkan BNN, ada sebanyak 13 SPDP, tahap satu sebanyak 13, tahap dua sebanyak 15, dilimpahkan sebanyak 15 dan 8 baru yang diputus," kata Albert.

Di bawah kasus narkotika diikuti kasus pencurian sebanyak 66 SPDP, kasus penipuan dan penggelapan sebanyak 37 kasus dan perlindungan anak sebanyak 20 kasus.

"Perkara yang menonjol itu kasus narkotika jenis sabu atas nama Darwin Ujung yang saat ini masih kasasi di Mahkamah Agung (MA). Ia kita tuntut 15 tahun penjara, denda Rp 1 miliar atau subsider 1 tahun penjara. Di Pengadilan Negeri (PN) divonis 14 tahun penjara dan denda Rp 1 miluar. Banding di Pengadilan Tinggi (PT) memutuskan 10 tahun penjara, denda  Rp 1 miluar atau subsider 6 bulan," lanjut Albert.

Kasus menonjol lainnya yakni perkara narkotika jenis ganja atas nama Darliati dengan barang bukti diterima 163,70 gram dari keseluruhan 26 kg ganja. Ia dituntut 18 tahun penjara, denda Rp 1 miliar atau subsider 8 bulan.

Di PN, ia divonis 16 tahun penjara, denda Rp 1 miliar atau subsider 8 bulan. Kasus ini telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Kasus menonjol lainnya yakni kasus perlindungan anak atas nama Suyetno alias Sisu yang melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur yang berusia 10 tahun. Ia dituntut 10,5 tahun penjara, denda Rp 1 miliar atau subsider 3 bulan. Dan diputus PN penjara selama 10 tahun, denda Rp 1 miliar atau subsider 3 bulan. Perkara ini juga telah inkrah.

Bagian Pidum Kejari Kota Siantar juga telah menyetorkan ke kas negara dari penerimaan negara bukan pajak seperti dari biaya perkara, uang rampasan dan denda perkara tilang sebesar Rp 400.398.000.

Dari biaya perkara sebesar Rp 574.500, uang rampasan Rp 32.705.500, denda tilang Rp 360.501.500, dengan rincian Rp 211.935.000 dari yang hadir saat sidang tilang, dari verstek Rp 148.566.500. Dari biaya perkara tilang, hadir saat sidang tilang sebesar Rp 5.008.000 dan verstek Rp 1.608.500.

Penulis: ndo. Editor: aan.