HETANEWS

Kasus Narkotika Lebih Banyak Ditangani Kejari Siantar

Kajari Siantar, M Masril. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar menggelar temu pers terkait penanganan mereka selama tahun 2016. Gelaran ini di ruangan Kepala Kejari (Kajari), M Masril, Rabu (28/12/2016) sekira pukul 12.00 WIB.

Masril yang didampingi Kasi Pidum, Albert Pangaribuan, Kasi Pidsus, Herianto Siagian dan Kaur Tata Usaha, M Muchlis merinci setiap perkara yang ditangani mereka baik dari Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Tindak Pidana Umum (Pidum), Intel maupun Perdata Tata Usaha Negara (Datun).

Dari sisi Datun, telah dilakukan penandatanganan berupa Memorandum of Understanding (MoU) sebanyak tiga buah yakni dengan PTPN IV, Sekretaris DPRD Kota Siantar dan PDAM Tirtauli.

Surat Kuasa Khusus (SKK) Litigasi sebanyak 2 buah yakni mengenai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Pra Peradilan atas nama Antoni Damanik dkk. Sedangkan SKK Non Litigasi sebanyak 53 buah.

Untuk penanganan di Pidum, Kejari Siantar menangani rata-rata 15-20 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) setiap bulannya pada tahun 2015. Total, ada sebanyak 313 SPDP yang ditangani baik perkara dari pihak Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).

Di jenis perkara keamanan dan ketertiban umum, diterima sebanyak 65 SPDP dengan 61 berkas perkara, 2 SPDP dikembalikan kepada penyidik, 60 perkara hingga tahap dua dan telah diputus sebanyak 52 perkara.

"Untuk tindak pidana orang dan harta benda sebanyak 129 SPDP dengan 122 berkas, 3 perkara dikembalikan, tahap dua sebanyak 107, limpahkan ke pengadilan sebanyak 107 dan 115 yang telah mendapat putusan," ujar Albert Pangaribuan.

Sementara tindak pidana umum lainnya di luar KUHPidana yakni seperti narkotika, lalu lintas (lantas), Minyak dan Gas Bumi (Migas), Perlindungan Anak, Kekerasan Dalam Rumah Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 119 perkara, tahap satu sebanyak 116, 2 dikembalikan, tahap dua sebanyak 142, dilimpahkan ke Pengadilan sebanyak 142 dan yang telah putus sebanyak 156.

"Paling banyak ditangani kasus narkotika dengan 83 SPDP, yang dikembalikan 2, tahap dua sebanyak 123, limpah ke pengadilan sebanyak 123 dan 115 kasus sudah diputuskan.

Dari narkotika yang diserahkan BNN, ada sebanyak 13 SPDP, tahap satu sebanyak 13, tahap dua sebanyak 15, dilimpahkan sebanyak 15 dan 8 baru yang diputus," lanjut Albert.

Di bawah kasus narkotika diikuti kasus pencurian 66 SPDP, penipuan dan penggelapan 37 kasus dan perlindungan anak sebanyak 20 kasus.

Penulis: ndo. Editor: aan.