HETANEWS

Bunuh Suami, Istri Muda dan Selingkuhan Dihukum 36 Tahun Penjara

Kedua terdakwa saat mengikuti persidangan.

Tebingtinggi, hetanews.com - Terbukti bersalah di depan persidangan Pengadilan Negeri  (PN) Tebingtinggi, 2 orang terdakwa pembunuhan terhadap Ramaidin Sitepu akhirnya dihukum 36 tahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Erysman, Senin (19/12/2016).

Vonis itu 2 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Adi Atmaja dan Juita dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Serdang Bedagai (Sergai).

Saat tuntutan minggu kemarin, jaksa Juita menuntut terdakwa Norman selama 20 tahun penjara dan hakim memvonis 18 tahun. Sedangkan terdakwa Rasima Br Tarigan sam adengan tuntutan jaksa selama 18 tahun penjara.

Dalam dakwaan jaksa dan kesaksian seluruh saksi di persidangan mengatakan, kedua terdakwa didakwa telah melakukan pembunuhan kepada korban, Rabu t3 Februari 2016 sekira pukul 09.00 WIB bertempat di kamar korban Ramaidin Sitepu di rumahnya, Dusun II Desa Kuala Bali, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Sergai.

Sebelum melakukan pembunuhan, kedua terdakwa ada perjanjian bisnis jual beli buah pinang dan terdakwa Rasima Tarigan menyetujuinya. Pada bulan Juli 2014, Norman dan Rasima  berjanjibertemu di Pancur Batu dengan maksud ke Kabupaten Dairi untuk membeli pinang. Ini setelah beberapa kali bertemu dengan tujuan berbisnis jual beli pinang.

Kemudian pada bulan September 2014, setelah pulang dari membeli pinang di Kabupaten Dairi,  saat itu Norman dan Rasima serta supir tiba di Medan sekira pukul 02.00 WIB. Karena masih dini hari dan tempat penjualan pinang tersebut belum dibuka, saksi memberi saran untuk beristirahat di Hotel Sehati  di Medan Tuntungan.

Saat berada di dalam hotel terjadi hubungan suami istri antara Norman dan Rasima tanpa diketahui oleh korban Ramaidin Sitepu. Bahkan Rasima mengaku kepada Norman sering bertengkar dengan korban, lalu terpanggil untuk balas dendam, bahkan ingin membunuhnya.

Selanjutnya pada bulan Mei 2015 di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, tempat  usaha Rasina br Tarigan jual beli buah pinang, mereka melakukan perencanaan pembunuhan terhadap korban. Norman tiba di rumah korban dengan menggunakan sepeda motor Honda Blade warna hitam dan langsung menuju belakang rumah. Kedatangannya dilihat oleh saksi Rusliyati alias Santi.

Saat itu Norman memakai topi warna  hitam, jaket rompi warna hitam dan celana panjang. Norman lalu memarkirkan sepeda motor miliknya di depan  pintu  belakang gudang  dan berdiri di depan pintu selama 15 menit.

Selanjutnya masuk ke dalam rumah dari pintu belakang yang telah terbuka menuju ruang tamu sambil melihat keberadaan korban  di setiap, Norman melihat korban sedang tertidur di kamar depan di mana kondisi pintu dalam keadaan terbuka. Terdakwa mencoba memastikan korban dalam keadaan tertidur dengan mengintip dari depan pintu secara pelan-pelan.

Lalu Norman menuju dapur rumah untuk mencari alat atau benda keras yang dapat  digunakan untuk memukul kepala korban. Terdakwa menemukan alu yang terbuat dari kayu dan masuk ke dalam kamar. Dengan menggunakan tangan kanan langsung memukul bagian kepala korban.

Ini membuat korban terbangun dan langsung duduk. Pada saat melakukan pemukulan yang kedua kalinya korban berusaha menahan dan menarik alu dari tangan terdakwa. Norman kemudian merebut kembali alu itu dan memukulkan ke arah kepala korban secara berulang ulang lebih kurang 15 kali, sehingga terkapar di atas tempat tidur.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Eryusman dibantu hakim anggota Sangkot Tobing dan Wira Bangsa menjatuhi hukuman kepada dua terdakwa dengan Pasal 340 junto 55 KUHPidana.

Penulis: ver. Editor: aan.