HETANEWS.COM

Proyek Hotmix Jalan Bakkara Doloksanggul Diduga Tidak Sesuai Gambar dan RAB

Pengerjaan pengaspalan jalan menuju Bakkara. (foto : Akim).

Humbahas, hetanews.com - Pengerjaan pengaspalan jalan hotmix menuju lokasi wisata Bakkara, tepatnya mulai dari persimpangan hingga depan gereja HKBP Sosorgonting, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sepanjang 2 kilometer menelan biaya Rp 3 miliar lebih.

Diduga pengerjaan tidak sesuai dengan gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selain itu, pekerjaan tidak menggunakan plang proyek maupun rambu-rambu lalu lintas, sehingga dapatmbahayakan para pengguna jalan.

Mirisnya, awak media sudah berulang kali mempertanyakan perihal plang proyek kepada pengawas lapangan dari rekanan (kontraktor) yang tidak tau nama perusahaan yang mengerjakan proyek pengaspalan, mulai dari awal pekerjaan hingga sampai selesai, terkesan tidak memperdulikan.

Temuan lainnya terkait pengorekan pondasi penambahan pelebaran jalan sekitaran 120 centimeter dari pelebaran jalan tersebut diduga tidak sesuai gambar.

Hetanews yang sudah pernah mengkonfirmasi pihak pengawas juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Prasarana Wilayah (Praswil), Petrus membenarkan tentang ukuran pengerjaan pelebaran jalan itu tidak sesuai gambar.

Sewaktu dikonfirmasi bulan lalu, pengawas dan PPK menegaskan akan membongkar jika tidak sesuai dengan gambar dan RAB. Namun sayangnya kontraktor tidak membongkar semua yang menjadi temuan pengawas tersebut.

Pengorekan dilakukan diduga tidak sesuai gambar dan tak semuanya dibongkar. Sementara ukuran dalamnya pondasi yang dikorek harus mencapai 45 cm. Namun ketika media mencoba mengukur, jika yang dikorek pondasinya hanyalah 25-30 cm.

PPK Dinas Praswil Humbahas, Petrus, saat dikonfirmasi kemarin, via telepon seluler mengatakan sedang di lapangan. "Saya sedang di lapangan lae. Kalau bisa nanti saya usahakan kita ketemu,'' tandasnya.

Ditanya waktu pengaspalan, apakah pengawas dari Dinas Praswil berada di lapangan atau tidak, Petrus mengatakan, pihaknya berada di lapangan melakukan pengawasan.

"Itu harus tetap kita awasi, yah jelas ada lah lae. Gak mungkin kita gak mengawasi apalagi waktu mengaspal," ujarnya.

Disinggung tindakan Dinas Praswil jika kontraktor tidak menggunakan plang proyek, Petrus mengatakan itu (tindakan) ada dilakukan pihaknya.

''Saya coba dulu nanya yah. Kalau gak salah ada saya rasa, coba lihat di Simpang Tiga dekat gudang Sumber Jaya itu lae adanya (plang proyek),'' tandasnya kembali.

Sesuai pantauan hetanews di lapangan, hingga berita ini diterbitkan, tidak menemukan plank proyek pekerjaan tersebut. Sementara pekerjaan sudah hampir selesai dilaksanakan.

Penulis: akim. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan