HETANEWS.COM

Terindikasi Tak Sesuai Spek, SCW akan Somasi Dinas PU Bina Marga

Pengerjaan hotmik selesai dipadatkan di saat hujan mulai reda. (foto : Zai)

Siantar, hetanews.com - Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bina Marga Kota Siantar dinilai kurang dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sejumlah proyek di wilayah kerjanya.

Akibatnya, sejumlah proyek seperti pelebaran, peningkatan jalan hotmik dan drainase bahu jalan tahun anggaran (TA) 2016 dikerjakan asal jadi oleh pihak kontraktor selaku rekanan dinas yang berkantor di jalan di Kecamatan Siantar Martoba.

Salah satu proyek yang belakangan ini ramai diberitakan sejumlah media termasuk hetanews lantaran dikerjkan asal jadi atau diduga kuat tidak sesuai dengan spek adalah peningkatan Jalan Sangnawaaluh, di Kecamatan Siantar Timur.

Sebagaimana diberitakan, selain terkesan asal jadi, proyek menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2016 sebesar Rp 5.971.548.000 dikerjakan PT Aspalindo Global Mandiri tersebut menghamparkan material hotmik di saat hujan turun. 

"Penggunaan material batu padas pecah, diduga tidak layak cukup tua sebagai perkerasan pelebaran jalan, dan tidak maksimalnya volume tebal hotmik juga menjadi alasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sumatera Corroption Watch (SCW) mensomasi dinas pimpinan, Jonson Tambunan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Finas PU Bina Marga Kota Siantar.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan mensomasi Plt Kadis PU Bina Marga Siantar dalam rangka meminta Rincian Anggaran Biaya (RAB) karena adanya kejanggalan," ujar Ketua LSM SCW, Panca Tanjung, Sabtu (17/12/2016).

Menurutnya, alasan SCW dalam menyurati meminta RAB atau pun spesifikasi kegitan yang dikelola Dinas PU Bina Marga itu yakni Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta informasi lain berkaitan dengan kepentingan publik. 

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Dinas PU Bina Marga Siantar, Ruben Tarigan terkait kegiatan peningkatan berkala Jalan Sangnawaluh yang dikerjakan di saat hujan turun, mengatakan PT Aspalindo Global Mandiri salah satunya rekanan dinas yang paling bandal.

"Inilah, kita sudah datang kemari. Akan tapi si Pasaribu itu selaku pelaksana lapangan PT Aspalindo Global Mandiri meninggalkan kita. Yang jelas, penghamparan material hotmik yang dilakukan saat turun hujan sudah menyalahi," bilang Ruben disalah satu warung kopi di jalan Sangnawaluh beberapa waktu lalu.

Terpisah, Tambunan selaku anggota konsultan suvervisi dari perusahaan 'siluman' pimpinan Rimbatsen Purba, sebab tidak menterakan nama perusahaan konsultan pada plang proyek tersebut, mengaku heran dengan penggunaan batu padas pecah sebagai material perkerasaan jalan yang ditalangi DAK.

"Saya juga heran dengan dilegalkan nya batu padas muda sebagai butiran perkerasan jalan hotmik. Sementara saat di Kabupaten Batubara, material batu padas itu tidak dibenarkan. Terlebih sumber anggaran kegiatan adalah Dana Alokasi Khusus (APBN)," bilangnya menyebutkan bahwa dia berkerja dengan perusahaan konsultan pimpinan Rimbatsen Purba. 
 

Penulis: zai. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan