HETANEWS

Warga Resah, Komisi III Tinjau Bangunan Persemayaman

Rombongan Komisi III DPRD Siantar saat meninjau lokasi pembangunan rumah persemayaman. (foto : Tommy)

Siantar, hetanews.com - Warga Jalan Sabang Merauke, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan kembali menyampaikan keresahannya kepada Ketua dan anggota Komisi III DPRD Kota Siantar, Jumat (16/12/2016).

Keresahan itu disampaikan secara langsung saat para anggota dewan dari Komisi III DPRD Kota Siantar sedang meninjau bangunan yang diprotes warga tersebut.

Kurnia, salah satu  warga menyebutkan, mereka tidak setuju atau protes, karena diduga, bangunan itu, nantinya akan digunakan sebagai tempat persemayaman bagi orang mati (rumah duka). 

Ia beralasan, warga tidak akan mendapat ketenangan atau tidak nyaman, apabila di dekat rumah mereka berdiri bangunan tempat persemayaman. "Abanglah, abang mau tinggal di dekat persemayaman?" sebutnya.

Alasan ini karena warga etnis Tionghoa yang umumnya ada di seputaran lokasi bangunan itu nantinya akan kerap mendengar suara cukup kuat, apabila ibadah untuk acara kematian sedang berlangsung.

Tidak hanya itu, kondisi pemukiman di Jalan Sabang Merauke sudah cukup padat, diperkirakan  akan menghadapi kemacetan jalan. Karena, akan banyak kendaraan yang parkir dan papan bunga yang mempersempit badan jalan.

Kemudian, warga juga memiliki keyakinan tentang arwah orang mati. Sehingga warga, khawatir dengan keberadaan arwah tersebut.  "Bagaimana arwah-arwah itu nantinya," sebut warga lainnya.

Dampak dari protes itu, sejumlah warga juga mengaku mendapat ancaman. Sebab, pemilik bangunan akan menutup saluran air (parit) di lokasi bangunannya jika mereka (warga) tetap mengajukan protes.

Proses pembangunan rumah persemayaman. (foto: Tommy)

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Siantar, Frengki Boy Saragih mengatakan, izin mendirikan bangunan (IMB) yang diberikan untuk bangunan ruko (rumah toko). Hanya saja, dari bentuk bangunan yang sedang dikerjakan, tidak berbentuk ruko pada umumnya karena memiliki ruangan yang sangat luas. ‚Äč

Anggota Komisi III DPRD Siantar lainnya, Frans Bungaran Sitanggang mengatakan, pendirian bangunan terindikasi menyalahi izin yang diberikan. Seperti bentuk bangunan, dan disinyalir, bangunan mengakibatkan tertutupnya akses jalan berupa gang kebakaran.

“Apalagi, bagian bangunan belakang sudah pernah dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena menutup gang kebakaran, namun saat ini, sudah kembali ditutup. Ini perlu kita sikapi lebih serius lagi," ucapnya.

Untuk menyikapi hal itu, Ketua Komisi III, Hendra Pardede, mengatakan, DPRD akan memanggil pemilik bangunan minggu depan, Himan Ika, warga sekitar, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim), Kakan Satpol PP serta pemerintah setempat.

Penulis: tom. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.