HETANEWS

Gabung SBSI, Karyawan Pabrik Es Siantar Diancam Dibunuh

Siantar, hetanews.com - Maruli Sianturi (25) karyawan yang bekerja di PT Pabrik Es Siantar, Jalan Pematang Kecamatan Siantar Selatan diancam dibunuh oleh pihak perusahaan setelah dirinya bergabung dalam Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) Kota Siantar.

Ditemui di Jalan Pematang, Selasa (13/12/2016), Maruli menceritakan, pada Jumat (9/12/2017) lalu, dirinya menerima intimidasi dari pihak perusahaan melalui Sabar Sinaga selaku Wakil Direksi PT Pabrik Es.

"Setelah bergabung ke SBSI, saya dipermalukan di muka umum dan diintimidasi sama Sabar Sinaga," sebut pria yang telah bekerja genap 4 tahun pada bulan Januari 2017.

Tidak sampai disitu, kata Maruli, Sabar juga melakukan kekerasan fisik padanya sebanyak 2 kali.

"Saya dipukuli di situ sampai memar tapi bagian wajah enggak. Habis itu, dipukuli juga Aku di rumah saya di depan mamak, tante dan keponakan," ujar warga yang bermukim di Jalan Toba, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan ini.

Lanjut Maruli, usai dipukuli, Sabar pun mengancam dirinya dengan mengeluarkan kata-kata  pemutasian dirinya pindah kerja ke departemen bagian mesin di perusahaan minuman badak tersebut.

"Dibilangnya di depan keluarga, saya dimutasi ke bagian turbin. Katanya gini, 'Saya mutasi kau ke bagian turbin, kalau kau mati kena listrik biar dicampakan saja ke sungai gak ada lagi masalah," sebut Maruli menirukan perkataan Sabar saat itu.

Setelah peristiwa itu, pihak perusahaan pun mengeluarkan surat mutasi pada Maruli, dengan Nomor Surat 88/KTP/PES/2016 yang ditandatangani oleh Manager PT Pabrik Es, M Matondang. Dengan alasan mutasi kinerja yang semakin menurun di departemen bahan baku dan dibutuhkannya tambahan personil untuk derek di departemen jaga mesin.

Mendapat surat mutasi tersebut, Maruli semakin ketakutan lantaran sebelumnya telah mendengar ancaman dan intimidasi dari pimpinannya. Tidak terima dengan surat mutasi tersebut, Maruli tetap bekerja di posisi sebelumnya di bagian gudang bahan baku.

"Hari ini saya kerja di tempat gudang bahan baku, tapi tadi digembok. Kata kawan-kawan satu kerja, posisi saya katanya sudah ada yang menggantikan. Sekarang ya beginilah dulu, kerja gak kerja," ujarnya.

Selain Maruli, Ebenezer Silitonga ikut dipecat setelah menjabat sebagai Ketua SBSIdi PR Pabrik Es. Ebenezer dipecat pada 1 Desember lalu, dengan nomor surat 84/KTP/Pes/2016. Surat itu menjelaskan bahwa perusahaan beralasan mengurangi pengurangan karyawan.

"Tanggal 10 November lalu, kami bergabung ke SBSI. Habis itu, pihak perusahaan selalu mengintimidasi kami da. banyak memberikan ancaman," kata Maruli, yang tidak lain Sekretaris SBSI di lingkungan kerjanya.

Ketua SBSI Kota Siantar, Ramlan Sinaga mengatakan, persoalan yang dihadapi Maruli saat ini menyangkut nyawa manusia yang harus dijamin keselamatanya.

"Kami meminta kepada Pemko Siantar agar serius dan meninjau ke lapangan apa yang terjadi. Dan mengantisipasi apa yang terjadi kepada mereka. Ini menyangkut nyawa. Jangan disalahkan SBSI ke sini untuk memprotes apa yang dilakukan oleh pihak manajemen," jelasnya.

Sementara M Matondang selaku Maneger PT Pabrik Es Siantar dan Pembangkit Tenaga Listrik Sumut dicoba ditemui di tempat kerjanya dan sedang melakukan tugas diluar kota. Seorang petugas security perusahaan tersebut menyebutkan, pimpinan mereka berangkat ke Kota Medan sejak tadi pagi.

Penulis: gee. Editor: aan.