HETANEWS

Tanaman Ulang 2015 Kebun Unit Bahjambi Diserang Kumbang Tanduk

Salah satu batang tanaman kelapa sawit yang telah dipangkas disisip di lahan 15 golop. (foto : Zai)

Simalungun, hetanews.com - Ratusan ribu batang kelapa sawit milik PTPN IV Bahjambi, Kabupaten Simalungun, persisnya di lahan tanaman ulang kelapa sawit tahun 2015 di afdeling 1 diserang kumbang tanduk.

Kumbang tanduk (oryctes rhinocerus) dewasa berwarna hitam atau coklat tua dengan kepala bertanduk, tubuh 3,5 - 4,5 centimeter itu menyerang tanaman ulang hingga mematikan dan terpaksa dilakukan penyisipan kelapa sawit dan mucuna bracteata.

Menurut penjelasan sejumlah pekerja di lokasi, Sabtu (10/12/2016) yang enggan menyebutkan jati dirinya mengatakan, meningkatnya populasi kumbang bertanduk itu akibat tidak baiknya pengolahan tanaman ulang. Dan tidak adanya perawatan kembali oleh pihak rekanan kantor direksi.

"Itu akibat tidak tumbuhnya mucuna, sehingga pembusukan batang kelapa sawit yang dichipping tak maksimal. Andai mucuna tumbuh sesuai populasi, maka mampu menutupi rumpukan. Sehingga pembusukan maksimal dan populasi kumbang tanduk itupun tak parah," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tanaman ulang kelapa sawit tahun 2015 afdeling 1 yang mengelola 20 blok lahan ada 300 an hektar. Akan tapi realisasi kegiatan asal jadi. Selain tanaman mucuna bracteata tidak dikelola dengan benar sesuai syarat-syarat teknis, kegiatan chippingan dan rumpukan pun asal-asalan.

Disinggung apakah penyemprotan gulma-gulma atau rerumputan yang melilit tanaman ulang merupakan kegiatan pemeliharaan dilakukan pemborong tanaman ulang, dirinya menggeleng gelengkan kepala pertanda tidak.

"Itu bukan kegiatan pemeliharaan dari pemborong tanaman ulang. Penyisipan tanaman kelapa sawit, penyemprotan rerumputaan, dan penanaman mucuna bracteata merupakan kegiatan baru Bahjambi dan diborongkan," bilangnya.

Asisten Afdeling 1 PTPN IV Bahjambi, Jeri Santoso Purba mengatakan, kegiatan tanaman ulang kelapa sawit tahun 2015 di afdeling 1 ada enam paket. Akan tapi tidak seluruhnya pemborong kegiatan yang dikenal. "Tak kenal seluruhnya, yang kenal hanya satu, yakni Manan Nasution mantan anggota DPRD Sumut," bilangnya dari seberang telepon.

Disinggung apakah penyebab meningkatnya populas kumbang tanduk yang mematikan tanaman ulang akibat kegiatan dikerjakan asal-asalan, Jeri tidak mau berkomentar.

"Ketemu di Kantor Afdeling 1 saja kita pada hari Selasa, karena susah menerangkan," imbuhnya. 

Penulis: zai. Editor: aan.