HETANEWS.COM

Baik dan Tak Mau Menggusur, Puluhan PKL Tangisi Kepergian Hulman Sitorus

Rusmiati Rumanna boru Pardosi istri Hulman Sitorus menangis di depan jenazah suaminya. Kamis (8/12/2016). (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Kabar duka kepergian Hulman Sitorus, Wali Kota Siantar periode 2010-2015 dan juga yang meraih suara terbanyak dalam Pilkada 16 November 2016 lalu, membuat puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Horas mendatangi rumah duka.

Saat tiba di rumah duka, Jalan Mual Nauli, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, puluhan PKL ini tampak membawa karangan bunga duka cita.

Serbiana Boru Siburian, salah seorang PKL di Jalan Merdeka saat di samping jenazah, menjelaskan bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk duka cita, karena almarhum Hulman Sitorus adalah sosok yang sangat baik kepada kelompok orang kecil.

"Hami on PKL sian Pasar Horas. Takkas itanda ho do hami omak Goklas (anak Hulman). Burju ni pak Hulman on tu hami. Akka na haccit do hami. Selamat jalan da bapa. Sae sehat ma na i tinggalhon ho. Sabar hamu da inang. Sae martangiang ma hamu da. (Kami ini PKL dari Pasar Horas. Dikenal kamunya kami ini mak Goklas. Baiknya pak Hulman ini ke kami. Para orang kecilnya kami ini. Sehat selalu lah yang ditinggalkan mu. Sabar kalian ya ibu. Terus berdoalah kalian ya ibu)," tuturnya dengan isak tangis disambut tangis pedagang lainnya.

Foto semasa hidup Hulman Sitorus bersama keluarga.Kamis (8/12/2016). (foto: Lazuardy Fahmi)

Kemudian, ia memimpin untuk mendendangkan sebuah lagu penghiburan berbahasa Batak yang dilanjut dengan sebuah doa. Sebelum ditutup, ia kembali memimpin untuk menyanyikan sebuah lagu yang juga berbahasa Batak.

Serbiana Boru Siburian ketika ditanyai awak media menjelaskan, bahwa sosok Hulman Sitorus semasa hidupnya sangat dengan kelompok mereka dengan tidak pernah melakukan penggusuran.

Keluarga Hulman Sitorus menangis histeris di depan jenazah Hulman Sitorus. Kamis (8/12/2016). (foto: Lazuardy Fahmi)

"Kesannya, bapak ini selalu baik sama kami. Datang sama kami, tidak pernah digusur. 'Ambil kalian yang jorok ya'. Sering dibilangnya begitu. Selalu menyapa. Kalau ada pun berapa uangnya, mau 300 atau 200 (ribu), dikasihnya sama kami. Dibilangnya 'makan kalian ya'," ujarnya.

Selama 5 tahun kepemimpinan Hulman Sitorus mulai dari tahun 2010-2015, kelompok mereka sangat merasa senang dengan sosok almarhum. "Baik kali bapak ini ke kami. Gak pernah kami digusur. Selalu menyapa," tutup pedagang cabai, bawang dan tomat ini.
 

Tampak sekitar pukul 13.30 WIB juga di rumah duka hadir, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Siantar, Reinwart Simanjuntak, Kasi Intel Kejari Siantar, Jeferson Huragaol, Sekretaris DPC Gerindra Siantar, Netty Sianturi dan juga dari pihak Kodim 0207/Simalungun.
 

Penulis: ndo. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!