Siantar, hetanews.com - "Na rohakku, marpesta nama hami hape. Alani ngamonang imana muse. Hape las laho maho amani haposan (Di hatiku mau pesta lah kami karena sudah menang lagi dia (Hulman Sitorus). Rupanya perginya dirimu),” isak tangis seorang ibu sambil memeluk jenazah Hulman Sitorus di rumah duka Jalan Mual Nauli IV, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kamis (8/12/2016) sekira pukul 11.00 WIB.

Sejumlah kerabat dan sanak keluarga almarhum Hulman Sitorus silih berganti datang mengucapkan bela sungkawa di rumah duka. Isak tangis serta pilu pun tak henti henti tergiang, atas meninggalnya Calon Wali Kota peraih suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Susulan, Rabu (16/11/2016) lalu.

Di rumah duka, para pelayat silih berganti berdatangan. Ini mulai dari jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD) Pemko Siantar, tokoh masyarakat, tokoh agama dan berbagai elemen hadir mengucap turut berduka cita.

Kondisi Rusmiati Rommana Pardosi istri Hulman Sitorus tampak tak dapat membendung kepedihan. Lemah terkulai dan duduk harus menyandarkan tubuhnya dengan bantuan orang lain sembari menyalami sejumlah pelayat.

Di halaman rumah duka, sejumlah pekerja sibuk membersihkan taman dan menyisihkan pot bunga, serta disusun rapi di depan rumah. Mereka juga mendirikan tenda dan menurunkan kursi plastik untuk para pelayat yang berkunjung.

Meninggalnya Hulman ini mengejutkan masyarakat Kota Siantar. Hulman yang dikenal sebagai humoris dan suka menyanyi itu meninggalkan pilu yang mendalam.

Sebelumnya, Kamis dini hari (8/12/2016) Hulman dibawa ke Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Kota Siantar. Dari hasil pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh dokter jaga bertugas saat itu, Hulman tidak memiliki denyut nadi tak teraba serta pupil mata tidak teraba saat baru tiba di rumah sakit.

Salah seorang pelayat yang hadir di rumah duka mengaku begitu terkejut dengan kabar duka yang sang menimpa pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Hulman-Hefriansyah (Manis) tersebut.

"Gak nyangka saya ini bisa terjadi sama pak Hulman. Selama ini dia orangnya suka ketawanya dan bercanda. Tapi Tuhan mungkin sudah memanggilnya,” ucapnya sambil meneteskan air mata.