HETANEWS.COM

Evi Handayani Saksikan Suaminya Tewas dengan Kepala Koyak

Istri korban, Evi Handayani. (foto : Huget)

Siantar, hetanews.com - Kematian Herwan Purba (43) seorang Eksternal Debtcollector (Eskol) di PT Mitra Panca Nusantara (MPN) Senin (5/12/2016) sekira pukul 23.00 WIB yang diduga kuat akibat dibunuh masih menjadi tanda tanya. 

Pasalnya, malam sebelum kejadian, seorang pria tidak dikenal masuk ke dalam rumah dengan cara mempuka pintu tengah rumah korban di Jalan Bola Kaki Ujung Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Utara. Istri korban, Evi Handayani dengan kondisi masih lemah membeberkan peristiwa malam yang membawa maut pada keluarganya. 

Kepada wartawan usai acara pengebumian suaminya, Selasa (6/2/1026) Evi mengenang peristiwa tragis itu berawal dari kedatangan seorang pria misterius berwajah samar-samar, memiliki raut wajah bopeng akibat bekas jerawat, mengenakan jaket coklat dengan penutup kepala dan mengenakan celana ponggol (potong).

Malam itu pukul  23.00 WIB, Evi bersama Herwan masih menonton televisi. Tiba-tiba, Evi merasa curiga dengan suara sepeda motor yang datang dan berhenti di depan rumahnya. Evi makin curiga dan memberitahu suaminya dan keduanya mengintip keluar dari jendela rumah. 

Ternyata seorang pria yang tidak dikenal masuk ke dalam pekarangan rumah, caranya membuka pagar yang tidak dikunci dengan gembok. Semakin mendekati rumah, Herwan meminta istrinya agar masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu.

"Disuruhnya saya masuk dan menutup pintu, katanya begini 'kau tenang saja dulu. Kau diam saja,' katanya gitu sama saya," kenang Evi.

Pria misterius itu mencoba membuka pintu tengahnya rumah mereka. Melihat kejadian itu, Herwan pun langsung membuka pintu dan melempar helm ke arah pria tersebut. Dan pria mencurigakan itu lari. Kemudian Herwan membalasnya dengan melempar batu tepat mengenai pundak pria tersebut.

"Suami saya lari mengejar ke arah jalan, pas lempar helm si pria itu kena. Habis orang itu kejar-kejaran ke arah jalan dan saya gak liat lagi," katanya.

Lanjut Evi, saat hendak kembali pulang, suaminya sudah ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Luka di pelipis mata dan luka parah di bagian kepala belakang. Sempat dipapah ayah korban. Namun karena kondisi sakit pinggang akhirnya Evi pun memapahnya masuk ke rumah. D tangan Evi , suaminya tewas menghembuskan nafas terakhir.

Tidak begitu lama, korban kemudian dibawa ke ruang instalasi jenazah RSUD Djasamen Saragih untuk keperluan diotopsi. 

Menurut Evi, salah seorang pedagang martabak sempat melihat pelaku melintas mengenakan sepeda motor jenis bebek. Setelah membuka tutup kepala, si pria berjaket coklat tersebut terlihat mengenakan lobe.

Evi berharap, kematian suaminya segera diusut tuntas oleh penegak hukum. Selain kematian yang dialami Herwan tak wajar, Evi berharap agar pelakunya segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. 
 

Penulis: huget. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan