HETANEWS.COM

Usai Tarik Septor, Debt Collector Tewas Diduga Dibunuh di Jalan Bulu Tangkis

Jasad Herwan Purba saat akan dikebumikan. (foto : Huget)

Siantar, hetanews.com - Usai melakukan penarikan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion, Senin (5/12/2016) Herwan Purba (43) salah seorang Eksternal Collector (Escol) tewas mengenaskan di depan halaman rumahnya di Jalan Bulu Tangkis Ujung, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat. 

Selanjutnya jasad korban kemudian dibawa ke ruang instalasi jenazah RSUD  Djasamen Saragih guna diotopsi.  Awalnya Senin siang (5/12/2016) Herwan beserta 6 orang rekan kerjanya melakukan penarikan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion dari salah seorang yang bukan debitor.

Sepeda motor yang berstatus penunggakan pembayaran dan pria si pengendara dibawa ke kantor CS Finance  di Kompleks Megaland Jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar. Selanjutnya diberitahukan ke pemilik kontrak yaitu CS Finance.

Mendengar kejadian tersebut, 1 jam kemudian salah seorang pria yang tidak dikenali datang ke kantor CS Finance mengucapkan ancaman kepada korban.

 "Penarikan kereta (sepeda motor) itu dilakukan dengan cara persuasif. Dan kereta tersebut didapati dengan orang yang bukan debitor yang melakukan kontrak perjanjian dengan CS Finance. Setelah dititipkan di CS Finance, 1 jam kemudian ada pria yang datang ke kantor diduga mengucapkan ancaman sama almarhum," ujar kuasa hukum korban, Abdi Damanik.  

Abdi menerangkan, pria yang diduga mengucapkan ancaman tersebut terekam CCTV yang kini menjadi salah satu bukti untuk mengungkapkan misteri kematian Herwan. 

Lanjutnya, belum diketahui pasti motif tewasnya Herwan. Namun, diduga kuat pria yang mengucapkan ancaman tersebut berkaitan dengan kematian Herwan.  

"Pengaduan sudah dibuat oleh abang korban ke Polres Siantar, mudah-mudahan pelaku secepatnya dapat diketahui," jelasnya.

Sementara itu, Selasa (6/12/2016) sekira pukul 16.00 WIB, Herwan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Jalan Bali Atas Kelurahan Banjar. 

Dalam acara pemakaman tersebut, istri korban Evi Handayani, tidak datang karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Diketahui Evi sedang hamil muda.  

Herwan adalah anak  kedua dari lima bersaudara dari ayahnya Budiman Purba. Herwan meninggalkan 5 orang anak, yang paling sulung berusia 11 tahun dan paling bungsu jabang bayi yang masih berusia empat bulan. 

Pria yang lahir di Kota Siantar pada tanggal 23 Oktober 1978 ini menghabiskan masa remaja dan dewasa di Kota Medan.  

Ketua  RW 03/ RT 02, Salamudin Siregar tidak menyangka Herwan begitu cepat dipanggil Sang Khalik. Menurut Salamudin, Herwan sosok  baik yang tidak banyak ngomong dan penuh tanggung jawab.  

"Tidak ada firasat dan tanda-tanda. Saya tidak menyanggka almarhum ini begitu cepat dipanggil Tuhan, karena orangnya selama ini pendiam tidak banyak bicara dan bertanggung jawab,” sebutnya.  

Korban yang diduga dibunuh ini selama 2 tahun diketahui bekerja PT Mitra Panca Nusantara (MPN) sebagai Eskol. 

Sebelum pemakaman,teman satu kerja korban mengucapkan rasa belasungkawa atas meninggalnya Herwan. Diketahui Herwan dikenal sebagai orang yang paling dituakan dan selalu memberikan masukan.

Penulis: huget. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan