Asahan, hetanews.com - Tontonan yang tidak layak bagi anak usia di bawah umur dengan muda didapat pada dunia maya, sehingga membuat hal ini meresahkan orang tua.

Laporan masyarakat, khususnya para orang tua yang resah akan keberadaan beberapa warung internet (warnet) dengan bebas didiuga membiarkan situs porno untuk diakses, begitu juga judi online, ditanggapi Satuan reskrim Polres Asahan.

Petugas Kepolisian berhasil mengamankan 7 orang anak usia yang masih di bawah umur membuka situs porno dan judi online di lokasi warnet yang berbeda di Kota Kisaran saat gelar razia rutin, Senin (5/12/2016) sekira pukul 20.00 WIB.

Kasat Reskrim Asahan AKP Bayu Putra Samara menuturkan, dalam razia rutin kali ini pihaknya menangkap anak-anak sedang asyik menonton video porno dan bermain judi online di 2 warnet berbeda di Jalan Rivai, Kota Kisaran.

Menurutnya, operasi rutin ini dilakukan untuk menekan angka kekerasan dan penyimpangan terhadap anak di bawah umur dan dalam menciptakan kondisi keamanan serta kenyamanan bagi masyarakat Asahan.

"Dari data kita, banyak anak di bawah umur menjadi korban dan pelaku kekerasan dengan penayangan warnet akan situs porno bahkan judi online, walaupun sekedar permainan judi poker,” kata Bayu.

Sejumlah anak-anak yang terjaring di warnet. (foto : Heru Sihotang)

Menurut Bayu, sesuai data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di bawah naungan Sat Reskrim, tahun 2015 terdapat 104 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Angka ini mengalami peningkatan di tahun 2016 yang mencapai 185 kasus hingga akhir bulan November.

Kanit Tindak Pidana Tertentu, Aiptu E Ginting menambahkan, ketujuh anak di bawah umur tersebut dikembalikan setelah dilakukan pemanggilan orang tua mereka masing-masing. Sebelumnya pihaknya berikan edukasi agar tidak mengulangi perbuatan sama, di mana berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

“Kita juga meminta pengusaha warnet untuk mematuhi aturan, di mana tidak lagi membuka usaha jasa layanan tersebut melewati jam tayang. Ini termasuk tidak mengijinkan pemain membuka situs porno dan judi online,” paparnya.

Ginting menegaskan, apabila himbauan ini tidak dijalankan, maka operasi kedepannya tidak lagi dalam tahapan edukasi melainkan sudah penindakan. Dia juga menyebutkan, 7 orang inisial anak-anak yang terjaring E, K, RS, P, H, Y dan TK yang beralamat di sekitar Kisaran.