Simalungun, hetanews.com - Merasa dirugikan secara materil dan non materil akibat hubungan asmara terlarang antara Sari (24) dengan Muhamad Sandi alias Sandi (22), Minggu (25/11/2016) lalu, keluarga Iwan Damanik yang tinggal  Dusun III Nagori Pantoan Maju, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun menuntut keluarga Sandi guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Pertemuan itu berlangsung di rumah mertua Sandi di Blok Songo, Dusun I, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Iwan Damanik dan orang tuanya turut ikut.

"Ketepatan keluarga Iwan  yang datang ramai-ramai dan bawa batu. Otomatis si Sandi lari lah, akhirinya pertemuan itu enggak jadi," ungkap Yuni, Minggu (4/12/2016).

Mendapat kabar tersebut, keesokan harinya, keluarga Sandi mengunjungi rumah mertua Sandi yang tidak lain juga tempat tinggal Sandi dan istrinya Indri (19) di Dusun I, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Namun, pertemuan kedua belah pihak tidak berhasil, hingga menunggu satu minggu kemudian.

"Hari Senin  sekira pukul 14.00 WIB, kami datang ke rumah mertua Sandi, tapi keluarga Iwan sama Sari enggak datang. Orang itu minta mengundurkan pertemuan itu satu minggu," jelas Yuni.

"Kami tunggu sampai magrib. selanjutnya dapat waktu pertemuan itu terjadi di rumah mertuanya. Kalau adik ipar saya dibilang melakukan pencabulan kok ada kondom," jelas Yuni lagi.

Yuni, mewakili pihak keluarga Sandi mengatakan, siap menyelesaikan persoalan antara kedua belah pihak secara kekeluargaan begitu menempuh dari jalur hukum.

"Kami dari pihak keluarga bersedia menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Apalagi secara hukum," katanya.

Ungkap Yuni, pihak keluarganya siap jika menempuh jalur hukum yang ditempuh berdampak hukuman antara Sandi dan Sari. Selain itu,  Sandi pun siap masuk penjara jika bersama-sama dengan Sari.

"Kami keluarga iklas bila keduanya masuk penjara. Sandi juga siap untuk masuk ke penjara jika sama Sari," ucapnya mengakhiri.

Menurut Yuni, hubungan keduanya bukan didasari niat satu pihak yang melakukan kecurangan dengan melakukan mistik untuk meraih keuntungan sendiri. Namun, hubungan terlarang yang dimiliki pasangan yang sama-sama memiliki status nikah ini adalah berdasarkan nilai-nilai percintaan atau suka sama suka.

"Waktu Sari sakit dan diobati Sandi itu dilakukan di depan suami dan mertuanya langsung. Dan itu diizinkan," jelasnya.

Cerita Yuni, sebelumnya, keluarga Iwan beserta orang tuanya menemui Sandi di rumah mertuanya dengan membawa batu. Melihat kejadian itu, Sandi ketakutan dan  melarikan diri dari amukan massa.

IKasiono, mertua laki-laki Sandi mengadukan peristiwa tersebut ke kakak kandung Sandi yang tinggal di Lorong 25, Kota Siantar.