Simalungun, hetanews.com - Tuduhan yang mengarah kepada Muhammad Sandi alias Sandi  (25) atas dugaan perlakuan senonoh kepada Sari (24) istri dari Iwan Damanik (25) warga yang bermukim di Dusun I, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun diakui Yuni bukan karena pengaruh ilmu gaib, namun didasari saling suka.

Hal tersebut disampaikan Yuni (33), kakak ipar Sandi saat ditemui Minggu (4/12/2016) di Gang Sado, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar. Kata Yuni, jika Sandi dan Sari (24) saling mencintai, bukan karena dipelet atau dihipnotis.

Kata Yuni, pertemuan kedua pasangan tidak sah itu berawal ketika liburan keluarga di Kota wisata Parapat beberapa waktu lalu. Saat itu, Sandi ikut dan keduanya saling jatuh hati, sehingga pacaran secara diam-diam.

Panah asmara itu semakin tajam dan berlanjut. Sari kerap mengajak Sandi belanja bareng saat suaminya pergi bekerja. Istri Sandi, Indri (19) yang bermukim di Dusun I, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, mengetahui bahwa, suaminya kerap mendapat pesan singkat dari Sari dengan kata-kata mesra.

"Indri juga mengetahui hubungan Sandi dengan Sari, dan sering Short Message Service (SMS) an dengan pelaku dengan kata-kata sayang," jelas Yuni.

Selain Indri, yang mengetahui hubungan gelap tersebut, kata Yuni adalah Karim abang kandung Iwan. Dia mengetahui jika Sari ibu dua anak itu, telah jatuh cinta kepada Sandi.

Pengakuan tersebut disampaikan Sari langsung kepada Karim saat menghadiri pesta pernikahan kerabat keluarga mereka beberapa waktu lalu. Saat itu juga Sari dan Sandi berencana pergi bersama-sama.

"Waktu itu pesta di Siantar State, Kecamatan Siantar. Sari mengaku kepada abang iparnya. Dibilang gini, 'Bang ... Aku minta maaf sama abang, Aku gak suka lagi sama Iwan, Aku suka sama Sandi' gitu lah dibilang sama iparnya Karim," sebut Yuni menirukan perkataan Sari saat itu.

Lanjut Yuni, saudara perempuan Sari juga mengetahui bahwa adik perempuannya memiliki hubungan spesial dengan Sandi. Hal tersebut diketahui saat SMS keduanya diketahui Putera, suami dari saudara kandung Sari.

Yuni, membantah tuduhan yang disampaikan ke adik iparnya tersebut. Kata Yuni, perbuatan cabul selama 9 kali dengan modus pengobatan paranormal itu, tidak benar seperti yang diungkapkan keluarga Iwan. Hal tersebut dinilai Yani adalah hubungan intim yang didasari saling suka.

"Tidak ada pencabulan sampai 2 kali dan si perempuan yang siapkan kondom. Itu gak benar. Kejadian kedua kali, Sari melihat leher si Sandi  ada bekas merah cupangan dan disitu Sari menuntut. '"Istrimu kau kasih aku mana'. Kek gitulah dibilang. Sari yang menyiapkan kondom, milik suaminya," jelas Yuni.

Dia mengaku, mengetahui persoalan tersebut lantaran adik iparnya tersebut sangat dekat dengannya. Yuni adalah teman Sandy berbagi masalah. Yuni menduga kuat, Jika Sari lah yang menaruh hati kepada Sandi. Sedangkan Iwan tidak mampu menahan amarah, sehingga membuat isu yang tidak benar.

"Iwan lah pernah  mengancam Sandi lewat SMS  melalui istrinya," terang Yuni mengakhiri.