HETANEWS.COM

Kata Dukun Cabul, Mereka Kena Santet, Suami Mati Istri Lumpuh (Jilid II)

Barang-barang sakti milik Sandi.

Simalungun, hetanews.com - Percaya dengan kemampuan magis yang dimiliki Muhamad Sandi Syahputera alias Sandi (30), nama Sandi pun tersiar di Dusun III Nagori Pantoan Maju, Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun sebagai pemilik kekuatan gaib setelah berhasil dalam  pengobatan penyakit gatal-gatal.

Cerita Iwan Damanik, yang tak lain anak dari pasangan suami istri (pasutri) Ajiman Damanik dan Wasiah, Sandi telah  berhasil mengobati penyakit gatal-gatal dibagian perut yang dialami keluarga Heri (35), warga Silomangi, Kabupaten Simalungun.

Pada akhir Agustus lalu, Iwan dan istrinya beserta orang tuanya bersama-sama pergi menghadiri pesta pernikahan kerabat keluarganya. Sandi turut ikut. Dalam perjalanan pulang, Sandi mengatakan kepada Iwan bahwa rumah tempat mereka tinggal ada santet.

Ungkapan itu membuat kaget, apalagi saat Sandi bilang, dalam tempo satu minggu kekuatan santet itu akan membuat Iwan Damanik akan tewas dan istrinya Sari lumpuh seumur hidup.

"Waktu pulang dari pesta, di rumah kami dibilang ada santet, aku mati dan istri lumpuh. Baru dia (Sandi) bilang bisa mengusir santet asal mengikuti ritual," cerita Iwan.

Karena ketakutan, akhirnya mereka pun percaya dan melakukan semua syarat yang diminta. Untuk ritual, Sandi meminta uang tunai sebesar Rp 700 ribu untuk membeli bahan dan syarat ritual. Setelah diberi uang, Sandi pun melakukan ritual pengusuran santet lalu kerasukan.

Setelah peristiwa itu usai, cerita Iwan, yang saat itu diwawancarai hetanews didampingi kedua orang tuanya beserta istrinya, Sandi, kemudian mulai mendekati Sari dengan dalih bahwa keluarga tersebut adalah keluarganya sendiri.

"Dari situ dia mulai mendekati istriku. Katanya gini' Sari ini sudah kuanggap adekku, kalay abang (Sandi) selingkuh sumpah abang akan lumpuh," jelas Iwan menceritakan ucapan Sandi.

Beberapa hari setelah peristiwa itu, Sari, ibu 3 orang anak ini jatuh sakit. Takut karena diguna-gunai, Iwan percayakan Sandi mengobati istinya. Dengan menyebut Sari terkena santet, kembali Sandimelakukan aksi ritualnya. Saat berdua dengan korbannya, Sandi mengancam agar memakan hasil ritual berupa makanan untuk pemulihan sakit yang dideritanya.

"Aku disuruh makan katanya. Kalau gak ku makan suami akan mati baru dan aku dibilang akan lumpuh. Aku diancam untuk menuruti maunya, baru kumakan, habis itu gak ingat apa-apa selama sebulan. Yang ku ingat dia aja," ucap Sari.

Akhirnya Sari merasa terhipnotis. Cerita Iwan, selama sebulan dikap istrinya itu berubah drastis dan lebih dekat kepada Sandi. Di daat saat itulah, pelaku leluasa melancarkan aksinya dengan memperbudak Sari untuk melayani kemauannya. Menguras uang tabungan dan melayaninya menyediakan makan hingga menyuruh meminjamkan uang dari rentenir sebanyak 2 kali, hingga total kerugian selama itu hampir mencapai Rp 7 juta.

"Hanya ditepuk istri ku langsung mau disuruh entah ngapai-ngapai aja. Aku mulai curiga ada yang gak beres ini. Kalau aku sendri gak percaya sama dukun-dukun dia itu," ujar Iwan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang mebel.

Hal senada juga disampaikan Sari. Katanya, dirinya sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi saat itu. Hanya dalam benaknya cuma Sandi yang harus dilayani. Apalagi saat Sandi datang, Sari begitu bahagia. Lanjut Sari, penyakit yang dideritanya sebelumnya hanya riwayat penyakit asam lambung yang sedang kambuh, bukan terkena santet.

"Aku sakit bukan karena santet. Aku gak merasa disantet, dulu ada penyakit asam lambung dan itu yang buat perutku sakit," beber Sari pemilik warung kelontong yang berada di rumah mertuanya.

Saat terhipnotis, Sandi pernah meminta Sari untuk melayaninya sebagai pemuas birahi. Namun kejadian itu tidak terlihat sebab Iwan, suami Sari sibuk bekerja. Setelah sadar dari hipnotherapy yang dilakukan si Dukun Sakti, Sari sadar dan mengenang memori yang hilang. Ia mengakui bahwa selama 9 kali dirinya telah 'diembat' dalam kamar rumah milik mereka.

Mendengar ungkapan istirnya itu, cerita Iwan, Ia sempat menghubungi Sandi lewat via telepon untuk  meminta kebenaran dari peristiwa tersebut. Sandi yang telah melarikan diri, mengakui perbuatan tersebut dan membernarkan jika persetubuhan terlarang itu hanya dilakukan sebanyak 3 kali. (bersambung)

Penulis: gee. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!