HETANEWS.COM

Diduga Korupsi Volume Curah Aspal Proyek Peningkatan Jalan Perwira

Tampak peningkatan bahu Jalan Perwira, Kecamatan Siantar Timur. (foto : Zai)

Siantar, hetanews.com -  CV Harbangan Putra Jaya selaku pelaksana proyek peningkatan Jalan Perwira, di Kecamatan Siantar Timur, bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH)Tahun Anggaran (TA) 2016 Pemko Siantar senilai Rp 695 juta diduga korupsi volume curah aspal.

Pasalnya, material spilitnya marak merotol. Sementara kegiatan tersebut terbilang baru rampung dikerjakan. Selain material spilit yang merupakan material pengunci, kerikil pecah 3.5 dibawah lapisan spilitnya juga marak terlepas. Khususnya pada sisi tepi bahu jalannya.

Parah lagi, proyek fisik dari Dinas Bina Marga Siantar milik oknum anggota DPRD Kabupaten Simalungun berinisial BD itu dibeberkan sejumlah warga Jalan Perwira dikerjakan dalam keadaan tergenang air.

"Itu terjadi disaat mula menyusun batu padas pecah dan kerikil pecah 3.5," ujar M Purba mewakili aspirasi masyarakat, Senin (21/11/2016).

Lanjutnya, warga juga suga sudah menegur agar pihak kontraktor berkorsinasi kepada pihak PDAM Tirtauli. Karena sumber air yang menggenangi material yang dihamparkan, yakni dari bocoran pipa milik PDAM.

Akan tapi, Usman selaku pelaksana lapangan oknum anggota DPRD Simalungun berinisial BD malah menantang tak menghiraukan.

“Penyimpangan itu ada kami rekam, dan dalam waktu dekat hal itu akan dilaporkan. Tidak hanya rekanan, pihak penyelenggara juga. Karena melakukan pembiaran yang kami duga sebagai tindak pidana korupsi secara berjamaah, tukas Purba.

Terkait pelaporan warga Jalan Perwira, pelaksana lapangan oknum anggota DPRD Simalungun, Usman membantah. Menurutnya, penghamparan material batu padas pecah (telford) dan kerikil pecah 3.5 dilakukan setelah kondisi lapangan mengering. Dan hal itu diketahui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan PPTK dari Dinas  Bina Marga.
 

"Itu benar proyek BD, tapi apa yang dituding warga jalan Perwira adalah bohong belaka. Penghamparan kami lakukan setelah keadaan lapangan mengering. Itu juga diketahui PPK dan PPTK dari dinas PU. Saya baru saja dari lokasi, dan tidak ada tanda-tanda dipelebaran bahu jalan,  air mengendap," elak Usman melalui telepon selulernya.

Amatan di lokasi, apa yang dikatakan Usman tidak berbanding lurus dengan fakta di lapangan. Tampak sepanjang lebih kurang 65 meter bahu jalan yang baru rampung dikerjakan diendapi air. Sehingga dikhawatirkan dalam waktu tidak berapa lama bahu jalan tersebut, materialnya akan kupak-kapik

Penulis: bt. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan