HETANEWS

Hari kedua setelah Pilkada, Massa minta Hulman Didiskualifikasi

Pihak keamanan yang melakukan pengamanan di depan Mapolresta Siantar, Jumat (18/11/2016). (foto : Lazuardy Fahmi).

Siantar, hetanews.com - Hari kedua pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Susulan 16 November 2016 kembali diwarnai aksi unjuk rasa, Jumat (18/11/2016).

Ratusan massa menuntut Pilkada yang dimenangkan oleh pasangan calon (paslon) Hulman Sitorus-Hefriansyah (Manis) agar dibatalkan.

Tiga tempat yang menjadi sasaran para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya yakni, Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Siantar, Jalan Porsea, Mapolresta Jalan Sudirman No 8 dan Kantor Panwaslih, Jalan Sanggar. Ketiga lokasi dimaksud ada di Kecamatan Siantar Barat.

Untuk mengamankan jalannya unjuk rasa, ratusan personil polisi serta puluhan personil TNI dari Kodim 0207/Simalungun disiagakan. Tampak saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di di tiga tempat tersebut, aparat berada ditengah-tengah para pengunjuk rasa.

Saat melakukan orasi di depan kantor KPUD, massa terlihat tertib dan aman menyampaikan aspirasinya. Mereka menyerahkan surat berisi tuntutan yang diterima langsung Ketua KPUD Mangasi Tua Purba. Selanjutnya massa bergerak menuju Polresta Siantar.

Aksi damai pun tampak ketika ratusan massa tiba di kokasi kedua. Kapolresta Siantar AKBP Dodi Darjanto menyambut perwakilan pengunjukrasa. Akhirnya para pengunjuk rasa kemudian bergerak menuju Kantor Panwaslih.

Lokasi ketiga tempat menyampaikan aspirasi ini aksi massa juga berlangsung aman. Ketua Panwaslih, Joseph Sihombing juga menerima surat berisi tuntutan dilayangkan massa pengunjuk rasa.

Adapun tuntutan massa yang tergabung dari beberapa kecamatan itu yakni meminta agar Pilkada Susulan 2016 dibatalkan dan diulang.

Bahkan, Hasanuddin Nasution orator aksi melalui pengeras suara acap kali saat berorasi mengatakan akan membawa massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti ketiga instansi tersebut.

"Diskualifikasi Hulman-Hefriansyah karena telah mencoreng pelaksanaan Pilkada Susulan," katanya.

Penulis: bt. Editor: ebp.