HETANEWS.COM

Eliakim: Silahkan Boikot Hasil Pilkada, Mereka Tidak Bawa Nama Lembaga kan?

Ketua DPRD Siantar, Eliakim Simanjuntak.

Siantar, hetanews.com - Adanya pernyataan dari 24 anggota DPRD Kota Siantar yang akan memboikot hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Susulan mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak, Jumat (18/11/2016).

Dia menyebutkan, mereka tidak membawakan lembaga DPRD Siantar dan Pilkada tersebut adalah hasil pemilihan dari rakyat.

Ketika ditanya wartawan di Kantor DPRD Kota Siantar, Eliakim menyebutkan bahwa ke 24 anggota dewan tersebut tidak mengatasnamakan lembaga legislatif.

"24 anggota dewan itu nggak ada saya lihat membawa nama lembaga DPRD. Kalau membawa nama lembaga, orang itu mempergunakan kop surat da tanda tangan, mengatasnamakan DPRD. Jadi orang itu hanya membawa dirinya sebagai anggota DPRD. Kalau lembaga itu kan ada ketua nya," kata Eliakim.

Terkait rencana 24 Anggota DPRD yang akan memboikot hasil Pilkada Kota Siantar, politikus Partai Demokrat ini menyebutkan, hal tersebut sah-sah saja. Namun menurutnya, yang menentukan benar atau salah adalah penyelenggara Pilkada.

"Boikot sah-sah sajanya itu. Artinya, yang memboikot pilkada itu benar atau tidak kan bukan mereka. Yang menyatakan itu adalah penyelenggara yakni Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) yang mengetahui melanggar cacat hukum penyelenggara, jadi bukan kita. DPRD itu mengawal dan mengawasi apa peraturan, kecuali peraturan KPUD menyatakan itu cacat hukum maka kita kawal dan mengawasinya" kata Eliakim.

Lanjut Eliakim, selama ini KPUD Kota Siantar belum mengeluarkan pernyataan jika Pilkada Susulan itu cacat hukum. "Belum ada satupun statement dari KPUD. Kalau dibilang KPUD berjalan lancar Pilkada, itulah kita kawal putusannya. Kalau dibilang KPUD cacat hukum, maka putusan itulah yang kita kawal," sebutnya.

Dia menyebutkan, hasil Pilkada Siantar adalah hasil pilihan dari rakyat. Eliakim menyebutkan, pemilihan kemarin adalah pemilihan pemimpin Kota Siantar yang sejak lama dituntut masyarakat.

"Apapun putusan dari masyarakat, hasil pilihannya harus kita akui. Jadi apa nggak kita hargai 55 ribu orang yang memilih Hulman? Janganlah contohnya akibat eseorang terkendala program-program di Siantar. Masih banyak program dan yang mau kita kerjakan," ucapnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan