HETANEWS.COM

Ini Jawaban KPUD Siantar Atas Kedatangan TRS dan Wesly

TRS, Wesly Silalahi dan Sailanto saat bertemu dengan Ketua KPUD Siantar, Mangasi Tua Purba, Rabu malam (16/11/2016). (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com -  Kedatangan Calon Wali Kota, Teddy Robinson Siahaan (TRS) dan Wesly Silalahi untuk bertemu dengan Komisi Pemilihan Daerah (KPUD) Siantar, Rabu malam (16/11/2016), akhirnya dijawab oleh pihak penyelenggara pemilu tersebut.

Ketua KPUD Siantar, Mangasi Tua Purba dan Komisioner KPUD, Riswanti Panjaitan menjelaskan, syarat untuk memilih itu bukan surat undangan memilih atau C6. Tapi syaratnya yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ada tidak ada sepanjang terdaftar di DPT, maka akan bisa memilih.Bahkan yang tidak punya nama di DPT, tapi ada Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) nya atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan da Catatan Sipil (Disdukcapil) itu bisa memilih. C6 itu sifatnya pemberitahuan,” ujar Mangasi.

Memang pihaknya khawaatir kalau C6 itu tidak didistribusikan dengan baik. Maka pihaknya membuat himbauan dan edaran seperti di media massa, jika sepanjang di DPT ada namanya meski tidak ada C6, ia boleh memilih.

Mengenai adanya permasalahan mengenai C6 di salah satu rumah pasangan calon (paslon), Mangasi mengatakan, bahwa  mengetahui hal tersebut.

“Kalau soal ada Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang menyerahkan C6 ke Tim Sukses (TS), kami akan cek di Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Soal khawatir C6 disalah gunakan, itu sudah kami tarik yang tidak didistribusikan saat penyerahan C6. Semua ditarik dari KPPS dan ada rekapnya," sebut Mangasi.

Soal adanya penduduk luar, Mangasi mengaku, tidak tau dari mana kalau mereka mendapatkan C6.

"Memang fakta di lapangan banyak masyarakat tidak mendapat C6. Kami tidak memungkiri. Mengenai C6 ke paslon, kami tidak punya kewenangan. Apa dasar atau motivasi tersebut, kami tidak tau,” sebut Mangasi.

Lanjut Mangasi, ia menilai bahwa akan sulit pemilih siluman menggunakan hak pilih di Pilkada Siantar. KPUD Kota Siantar telah membangun sistim mengantisipasi pemilih siluman dengan cara petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) nya adalah penduduk sekitar TPS. Jadi, petugas KPPS sudah mengenal penduduk sekitar TPS.

Mengenai adanya pemilih bertambah menjadi 270 orang padahal di Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada sebanyak 200 orang, KPUD Siantar menginginkan data yang konkrit. Mereka menginginkan fakta. Karena di Siantar ada 535 TPS, di mana setiap TPS terdapat lebih dari 200 orang, DPT dengan maksimal sebanyak 800 orang.

“Soal C6 palsu yang dibilang jumlahnya 30 ribu, mungkin itu maksudnya C6 yang isinya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Simalungun. C6 yang salah itu sudah kita tarik. Dan jumlahnya pun tidak lebih 5. Itu ada di TPS 6, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara. Pada tanggal 12 lalu sudah ditarik," papar Mangasi.

"Mengenai surat suara tidak sah atau batal, kita sudah sediakan alat coblos di TPS. Ketika tidak dicoblos tetapi dilobangi, itu batal. Karena surat suara tidak boleh robek, dibakar. Kita sudah siapkan alat untuk mencoblos,” lanjut Mangasi.

Setelah Mangasi menjawab satu persatu, kemudian TRS menilai kalau Pilkada Siantar tersebut cacat dan tidak bermoral, sehingga membuatnya sedih. KPU Siantar dimintanya untuk tidak menutup mata demi keadilan dalam pelaksanaan Pilkada Siantar. Ia merasa sedih melihat ribuan orang pergi ke rumah Hulman Sitorus.

“Ngapai orang sampai jam 5 pagi subuh di rumah Hulman? Kita mau Pilkada yang fair. Padahal kita sudah lapor ke Kapolres ada ribuan orang ke rumah Hulman. Ini tolong ditindak. Kita kesini bukan karena hasil Pilkada kemarin. Tapi sudah sejak kemarin,” jelas TRS.

Penulis: ndo. Editor: ebp.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!