HETANEWS.COM

Konvoi Batak Muda Dunia Tolak Politik Uang

Sabar Tambunan, pendiri organisasi Batak Muda Dunia didampingi para pengurus. (foto : Huget)

Siantar, hetanews.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Susulan Kota Siantar 16 November 2016 hanya tinggal hitungan jari.

Dalam rangka menciptakan Siantar bersih dan cerdas, organisasi Batak Muda Dunia menggelar kampanye bertajuk No Money Politik atau Tolak Politik Uang.

Kampanye tersebut digelar pada Senin (14/11/2016) dengan konvoi berkeliling Kota Siantar menggunakan mobil dilengkapi spanduk yang intinya menolak politik uang, jangan golput dan memilih pemimpin dengan cerdas.

Tak hanya itu, sembari berkeliling, Batak Muda Dunia juga meminta masyarakat Siantar untuk membubuhkan tanda tangannya di kain yang sudah ditempelkan di mobil tersebut sebagai wujud penolakan politik uang.

Sabar Tambunan, pendiri organisasi Batak Muda Dunia, menjelaskan ini terdiri dari Batak Muda Dunia yang terdiri dari suku Simalungun, Mandailing, Karo, Angkola, Pakpak dan Toba merupakan gerakan relawan independen untuk Siantar bersih dan cerdas.

"Masyarakat butuh Wali Kota pelayan rakyat yang jujur, sederhana dan merakyat. Bukan tuan besar. Tujuan utamanya adalah masyarakat harus melawan dan menolak politik uang, memilih pemimpin yang cerdas dan bersih serta jangan golput," jelasnya.

Menurut Sabar, pemimpin itu adalah orang yang berkompeten di bidangnya. "Pemimpin harus memperhatikan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkelanjutan, produk unggulan sebagai kearifan budaya lokal, rumah layak huni bagi masyarakat kecil (rusunawa)," jelasnya.

Pemimpin juga, lanjutnya, harus memperhatikan pelayanan kesehatan yang terjangkau di setiap Kecamatan. "Menambah lapangan kerja, membuat Kota Siantar bebas banjir, mempekerjakan pengangguran dan terdaftar miskin," lanjutnya.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, Sabar menuturkan bahwa pemimpin harus menjalankan transparansi urusan publik di kantor Camat dan Lurah.

"Dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tarif air minum (PDAM) juga harus transparan. Jangan ada pungutan liar (pungli)," ujarnya.

Disamping itu, pemimpin juga harus mampu melakukaan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang manusiawi dan tepat guna agar Siantar menjadi kota yang aman dan bersih.

"Untuk masyarakat, jaringan wifi gratis di setiap lokasi pelayanan publik juga perlu. Publikasi peta, urus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin usaha, buku gratis serta no sumbangan serta fit dan proper tes kepala sekolah (kepsek)," paparnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Siantar, Anthony Siahaan mengaku, dirinya sudah menghimbau masyarakat Siantar untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 16 November 2016 mendatang.

"Saya himbau supaya jangan golput. Saya sambil jalan pagi dan tanya masyarakat. Sudah tau kapan pilkada? Mereka bilang tau, tanggal 16. Terus saya bilang datanglah ke TPS, jangan golput. Kita harapkan memang supaya semua yang memiliki hak suara datang ke TPS," ujarnya.

Penulis: huget. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan