HETANEWS

Terindikasi Undangan Pemilih Dikumpulkan TS Paslon Tertentu

R Nainggolan diamankan di rumahnya karena ketahuan mengumpulkan C6

Siantar, hetanewa.com-Adanya indikasi praktek dugaan money politic dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Susulan Kota Siantar mulai terkuak 2 hari sebelum pemilihan pada 16 November 2016. 

Informasi dihimpun di lapangan, Senin (14/11/2016) sejumlah surat undangan pemilih atau C6 di beberapa tempat telah dikumpulkan sejumlah oknum Tim Sukses (TS) pasangan calon (paslon) tertentu. Pengumpulan C6 ini untuk ditukarkan uang dengan nilai Rp 100-200 ribu untuk memilih paslon tertentu. Rencananya uang itu akan diberikan pada 1 hari sebelum pemilihan.

Pengumpulan C6 itu akhirnya ditemukan sejumlah warga di Jalan Kemiri, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Senin (14/11/2016). Seorang pria warga setempat, R Nainggolan (51) diamankan dan diserahkan pada Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Kecamatan Siantar Utara.

Awalnya pria setengah baya ini dipergoki warga setelah mengumpulkan C6 milik sejumlah tetangganya sebanyak 10 lembar. Diketahui selama ini Nainggolan merupakan TS paslon nomor urut 2 Human Sitorus-Hefriansyah Noer. 

Warga yang menemukan adanya pengumpulan C6 yang diduga bermuara terjadinya money politic lalu melapor ke Panwaslih Kecamatan Siantar Utara. Selanjutnya Nainggolan dibawa ke Kantor Panwaslih di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Melayu, untuk menjalani pemeriksaan.

Nainggolan mengaku disuruh seorang pria bernama Selamat yang merupakan salah satu tim TS Hulman-Hefriansyah. Menurutnya, C6 yang dikumpulkan akan diberikan pada Selamat.

Namun ketika ditanya alamat tempat tinggal Selamat, Nainggolan mengaku tak mengetahuinya. Hanya saja menurutnya, Selamat sering mangkal di salah satu warung kopi di sekitar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Siantar.

Pengumpulan C1 juga terjadi sekitar Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara. Seorang perempuan paruh baya mengaku jika C6 miliknya dikumpulkan oleh salah satu TS paslon. 

Sayangnya ketika orang disebut dipertemukan dengan perempuan itu, mengaku tak ada mengumpulkan C1 tersebut. Hanya saja pria pemilik warung itu mengaku ada mengumpulkan beberapa lembar C1.

Ketika didesak sejumlah warga menunjukkan C1 yang dikumpulkannya, pria itu berpamitan untuk mengambil di rumahnya. Namun ditunggu hingga 1 jam lebih pria itu tak kunjung datang. Sementara informasi terakhir jika C6 milik perempuan itu telah dikembalikan oleh anak dari pria pemilik warung.
 

Penulis: tim. Editor: aan.