Siantar, hetanews.com - Pengendara sepeda motor berboncengan, seorang diantaranya menggunakan celana loreng ditilang petugas Sat Lantas, akibat berkendara tanpa helm di depan Mapolresta Siantar, Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (11/11/2016).

Uniknya lagi, ketika dimintai petugas untuk menandatangi lembar merah tilang serta identitasnya, pria itu mengaku tak bersalah dan memilih 'melototi' petugas.

Peristiwa ini berlangsung ketika pengemudi sepeda motor tanpa plat, helm, maupun kaca spion, bersama seorang temannya yang menggunakan celana loreng panjang hendak melewati Polresta Siantar.

Hanya saja, keduanya lantas buru-buru untuk memutarbalikkan kendaraan jenis Honda Sonic lantaran melihat personil polisi lainnya keluar dari gerbang Polresta Siantar.

"Kami balik arah karena keluar polisi dari dalam. Maksud kami lewatnya dari samping ini (Jalan Wandelfat). Tapi pas di tanjakan, ada polisi (pakaian biasa) dipanggilnya, kami pun datang. Trus dibilangnya 'aku curiga liat kalin' tapi langsung dicabut kunci kereta (sepeda motor)," ujar pria yang menggunakan jaket hitam ini.

Pengendara roda dua itu masih saja terus merasa tak bersalah, bahkan ketika salah seorang petugas Sat Lantas yang tiba menanyai surat-surat kendaraannya.

"Bagaimananya ini pak, aku kan gak salah, nanti lah dulu, gak bisa lagi ini (dibicarakan)," ujarnya ketika ditanyai identitasnya untuk dituliskan ke dalam lembar tilang.

Parahnya lagi, pria itu malah menyuruh petugas untuk menilang pengendara lain ya.g melintas disekitar jalan itu. "Itu gimana pak, tilang lah itu pak," cetusnya berulang-ulang.

Kendati demikian, Aiptu P Manurung petugas Sat Lantas tetap memberikan tindakan langsung (tilang) terhadap pengemudi. Saat ditanyai, ia mengatakan pengemudi memiliki 3 kesalahan yakni tidak memakai helm, tidak ada surat kendaraan dan kaca spion.

Kepada wartawan, pria celana loreng itu mengaku heran dengan petugas pertama yang memanggil mereka. Seperti tak terima, ia mengatakan akan memanggil seseorang untuk mengeluarkan sepeda motor itu.

"Lain bapak itu manggil, katanya sama kami 'aku curiga nengok kalin' rupanya mau ditilang. Manggil beking lah dulu bang," ujarnya sembari meninggalkan wartawan.