HETANEWS

Oknum Polantas Siantar Tak Beretika akan Dilaporkan Ke Propam Poldasu

Surat tilang yang dikeluarkan Brigadir Winardi Siregar dan menuliskan nama Mr X.

Siantar, hetanews.com - Oknum personil Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Siantar, Brigadir Winardi Siregar dinilai kurang beretika saat menilang pengguna kendaraan.

Mirisnya, tindakan yang dilakukan Winardi itu diketahui bukan kali ini saja menjadi sorotan. Sebelumnya beberapa waktu lalu Winardi juga melakukan hal yang sama saat menilang dan ‘merampas’ mobil Ketua Komisi I DPRD Simalungun, Jhon MT Saragih.

Baca: (Mobil Ketua Komisi I DPRD Simalungun ‘Dirampas’ Polantas Siantar).

Hal yang sama dialami Panca Tanjung saat dirinya ditilang Winardi, di Jalan Merdeka, depan Bank Panin, Senin (11/7/2016) sekira pukul 17.05 WIB. Panca yang sedang mengendarai mobil Xenia nomor polisi (nopol) BK 1423 TZ ditilang karena tak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Anehnya, dalam surat tilang yang dikeluarkan Winardi, dituliskan nama Mr X atau biasanya dalam pemberitaan disebut mayat tak dikenal.

“Petugas itu menanyakan mana Kartu Tanda Penduduk (KTP), saya bilang sabar ya pak. Karena saat itu saya sedang menelepon seseorang menanyakan STNK mobil itu. Namun di surat tilang nama saya dituliskan Mr X,” sebut Panca.

Dirinya menyayangkan ketidakprofesionalan oknum Poltantas itu dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Panca menambahkan, tak beretikanya oknum petugas itu ketika dirinya ditinggalkan begitu saja, sementara mobil dibawa langsung. Menurutnya, kalau memang petugas mencurigai mobil itu curian, seharusnya dirinya ikut dibawa ke kantor Sat Lantas dan bukan dibiarkan di pinggir jalan.

Hal ini membuat dirinya harus berjalan kaki pulang ke rumah pemilik mobil untuk mengambil STNK. “Kalau memang dicurigai mobil itu curanmor (pencurian kendaraan bermotor) harusnya saya ikut dibawa ke kantor, bukan malah diterlantarkan di pinggir jalan,” tukasnya.

Winardi juga terkesan menunjukkan sikap tak bersahabat, saat Panca mendatangi kantor Sat Lantas dengan membawa STNK mobil. Namun Winardi tak mau menukarkan STNK itu dengan mobil yang telah ditahannya. “Dia (Winardi) bilang gak ada alasannya dan menyuruh agar membawa pulang STNK mobil itu,” papar pria berkulit putih ini.

Panca menuturkan, menyayangkan tindakan dari Winardi tersebut. Dirinya akan melaporkan tindakan Winardi ke Propam Polda Sumatera Utara (Poldasu) karena terkesan tak profesional dalam bertugas.

“Ini akan saya laporkan ke Propam Poldasu, karena tindakan oknum petugas itu sudah tak beretika dan berharap ada sanksi diberikan padanya,” sebut Panca mengakhiri.

Penulis: tim. Editor: aan.