Labuhanbatu, hetanews.com - Kolam limbah III PT Hari Sawit Jaya (HSJ) diduga pecah, mengakibatkan aroma busuk jutaan liter limbah kental seperti oli kotor itu merebak keberbagai penjuru.

Ini bukan hanya meluber ke seputar perkebunan, namun hingga masuk ke pelataran Pabrik Minyak Kelapa Sawit I (PMKS Satu) yang berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, yang terjadi sekira 2 minggu lalu.

Akibat situasi ini warga menjadi resah disebabkan air kolam limbah diperkirakan akan menuju ke Sungai Bilah, sekaligus akan menciptakan perusakan lingkungan.

Awalnya, parit di seputar kolam limbah hendak dibersihkan oleh alat berat jenis Backhoe yang sedang melintas siang di sekitarnya. Entah bagaimana, diduga karena getaran alat berat terlalu kuat mengakibatkan dinding kolam limbah retak dan bocor hingga semakin lama semakin membesar.

Upaya memperbaiki kolam yang bocor pun tetap dilakukan oleh operator alat berat. Namun karena tekanan debit air limbah terlalu kuat dibanding daya tahan dinding kolam, maka usaha tambal sulam yang dilakukan kala itu pun menjadi sia-sia. “Kolam limbah tiga PMKS 1 pecah, limbah meluber entah kemana,” ujar karyawan yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, kemarin.

Beberapa warga Desa Sidomulyo serta Kelurahan Negerilama Lingkungan Sei Abal terkait pecahnya kolam limbah PT HSJ dikhawatirkan mencemari parit serta air Sungai Bilah yang digunakan sebagai kebutuhan setiap hari mengatakan, pasrah karena tidak bisa berbuat banyak. “Pasrah aja lah pak, habis mau buat apa, itu tugas para petinggi republik ini,” ujar mereka.

Humas PT HSJ Gregorius Bangun, ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya (HP) terkesan bungkam, pesan singkat (SMS) yang dilayangkan pun tidak bersedia membalasnya.

Begitu juga dengan Menejer PMKS 1, Adrianto ketika dihubungi guna melakukan konfirmasi melalui selularnya walau nada panggil masuk, namun tidak dijawab dan SMS pun tak direspon.

Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Sukri ketika dimintai komentarnya, Rabu (2/11/2016) kepada wartawan mengatakan, hingga saat ini warganya masih mencium aroma tak sedap dari limbah PMKS tersebut.

Lanjut Sukri, anak perusahaan Asian Agri Group itu, juga sudah lakukan pertemuan membahas tentang kebocoran boiler yang terjadi beberapa bulan lalu, serta banyaknya tenaga kerja titipan oleh menejemen. Itu sebabnya pihaknya merasa kesulitan memberdayakan warganya guna mendapatkan pekerjaan di sana. “Kolam limbah pecah, serta ada aroma bau, warga setempat diminta agar diberdayakan di pabrik itu,” katanya mengakhiri.