HETANEWS

Oknum Lurah Girsang Disinyalir Tilep Uang Warga Urus IMB

Lurah Girsang, Boas Manik. (foto : Zai Sinaga).

Simalungun, hetanews.com - Oknum Lurah Girsang, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Boas Manik disinyalir tilep uang sebesar Rp 1,5 juta dari warga yang ingin memperoleh surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

Pasalnya, walau sudah setahunan berlalu dan pembangunan gedung rumah berukuran 7 X 10 meter rampung dikerjakan, tetapi IMB yang diuruskan Boas tak kunjung realisasi. Ini menyebabkan bangunan sampai saat ini tidak memiliki IMB

"Mungkin karena kami satu satunya suku Jawa di Kelurahan Girsang, dia (Boas) layas (tak peduli). Bayangkan, 1 tahun sudah uang Rp 1,5 juta itu kami serahkan akan tapi sampai sekarang bangunan dimaksud tidak mengantungi IMB," ujar adik ipar pemilik bangunan minta namanya tak disebutkan, Rabu (1/11/2016).

Boas Manik dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak membantah ada menerima uang dan memberi alasan bahwa IMB tak rampung diurus karena tanah tempat pembangunan belum atas nama pemilik bangunan.

"Karena tanah tempat mendirikan bangunan belum atas nama pemilik bangunan, sehingga kami menyarankan agar pemilik bangunan lebih dulu memisahkan atau memecah surat tanahnya, baru IMB nya dapat diuruskan," ujarnya

Menurut Boas yang juga saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Camat Dolok Panribuan, sampai saat ini surat tanah yang diharapkannya itu tak kunjung diberikan pemilik rumah, dengan alasan pihak ahli waris tanah yang dibelinya sebagai tempat mendirikan bangunan ada yang tak mau menandatangani pemisahan surat alas hak.

"IMB rumahnya itu belum kami terbitkan, karena surat alas hak tempat bangunannya yang dipisah atau atas nama pemilik bangunan belum ada. Katanya itu akibat salah satu ahli waris ada yang tak mau menandatangani pemisahan alas hak. Jika alas hak itu keluar, IMB rumahnya segera kami terbitkan," tukasnya.

Mirisnya,  menurut beberan salah seorang pegawai di kantor Camat Girsip minta namanya tak dicatutkan menjelaskan, IMB rumah milik warga Kelurahan Girsang itu tidak diterbitkan pihak Kecamatan dikarenakan oknum Lurah Girsip melebihi tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

"Kalau untuk bangunan seluas 7 x 10 meter itu bukan lagi ranah kelurahan menerbitkan IMB. Kelurahan dalam hal itu hanya merekomendasi. Akan tapi dengan rakusnya oknum Lurah itu menyodorkan Rp 400.000 ke pihak kecamatan, sehingga IMB rumah itu tidak menerbitkan," bilangnya.

"Secara pribadi telah saya sarankan agar pegawai TVRI itu (pemilik bangunan) melaporkan oknum Lurah, namun dia menolak dan berharap oknum Lurah memulangkan uangnya secara sadar. Yang jelas uang Rp 1,5 juta tersebut sudah 1 tahun di tangan oknum Lurah Girsang," imbuhnya.

Penulis: zai. Editor: aan.