HETANEWS

Bos BCA: Flazz Card Belum Menguntungkan, tetapi...

lustrasi uang elektronik BCA, Flazz BCA edisi Amnesty Pajak, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

JAKARTA, hetanews.com — Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, saat ini sudah ada enam bank yang menjalin kerja sama co-branding kartu Flazz, dan 70 issuer (penerbit kartu kredit).

Menurut Jahja, ke depan, perusahaan akan mengembangkan lagi kerja sama kartu Flazz dengan pihak lain. Hal ini dilakukan untuk mendorong terwujudnya cashless society.

Namun, ketika ditanya mengenai keuntungan kartu Flazz bagi perusahaan, seperti ke pendapatan, Jahja mengaku sebenarnya kartu ini belumlah menguntungkan.

"Jujur saja ya, namanya kartu Flazz itu belum profitable," kata Jahja saat ditemui seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan PaninBank mengenai co-branding Flazz, di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Pihak bank perlu mengeluarkan sejumlah investasi untuk menyediakan alat pembayaran dan sistem kartu Flazz.

Namun, di sisi lain, pengguna Flazz tidak dikenakan biaya administrasi, baik saat transaksi maupun pengisian ulang (top-up).

"Selama ini kalau top-up kartu kan free, pakai juga free. Kalau credit card kan tiap kali pakai kena fee 1,5 persen-2 persen," kata Jahja.

Berbeda dari kartu kredit yang dikenakan biaya administrasi, Flazz hingga saat ini masih gratis. Lalu apa yang didapat oleh bank?

"Hanya floating. Itu pun kecil. Kartu Flazz itu ya hanya Rp 20.000-Rp 30.000 satu kartu, boleh dihitung berapa. Kecil sekali. Jadi memang kita lebih memberikan sarana," ucap Jahja.

Akan tetapi, di samping floating yang tidak seberapa besar itu, Jahja menyampaikan bahwa keuntungan bagi perusahaan adalah dari sisi cash handling.

"Kalau kebanyakan orang bergeser ke kartu Flazz, maka penggunaan cash akan lebih kurang, nah efisiensi di situ," ucap Jahja.

sumber:" kompas.com

Editor: edo.