HETANEWS.COM

Babinkamtibmas Polsek Air Batu Kunjungi Bocah Penderita Kanker

Bripka Mulyadi saat mengunjungi Dian, bocah penderita kanker. (foto : Deni Tambunan)

Asahan, hetanews.com - Bintara pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) Polsek Air Batu Polres Asahan, Bripka Muliadi mengunjungi bocah penderita kanker tulang pada anak (osteosarcoma), Dian Sanjaya di rumahnya Dusun III , Desa Sei Kamah I, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Kamis (27/10/2017).

Dalam kesempatan itu, Muliadi menyampaikan bahwa keluarga besar Polres Asahan, khususnya Polsek Air Batu merasa prihatin, atas penyakit yang diderita anak dari pasangan suami istri(pasutir)  Slamet (45) dan Salawati (43) itu.

“Kami turut prihatin atas penyakit yang didertia Dian. Semoga kedatangan saya kemari, dapat mengurangi beban keluarga besar Dian,” kata Muliadi.

Dia juga menyampaikan titip salam dari Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja dan segenap jajaran Polres Asahan kepada keluarga besar Dian Sanjaya. “Pak Kapolres berpesan, agar keluarga bisa tabah dan bersabar. Semoga Allah memberikan jalan terbaik kepada Dian,” ujarnya

Selain itu, Muliadi juga memberikan tali asih berupa sejumlah uang kepada Dian Sanjaya. Muliadi berharap bantuan yang diberikan bisa mengurangi beban biaya pengobatan Dian. “Mudah mudahan bantuan ini, bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya

Atas kunjungan personil Babinkamtibmas itu, Slamet mengucapkan terima kasih. Dia mengaku senang dan merasa ada teman untuk bertukar pikiran, sehingga beban pikiran yang selama ini terpendam berkurang. “Terima kasih atas kedatangannya,” ujarnya.

Slamet menuturkan, penyakit yang diderita buah hatinya itu, berawal ketika Dian bermain layang layang sekitar dua tahun yang lalu (2014). Tengah asik berlari, Dian menabrak sebuah pohon jati. Benturan membuat bahu kiri Dian memar dan bengkak.

“Setelah kejadian, Dian langsung dibawa ke Puskesmas dan tukang pijat tradisional. Beberapa hari kemudian Dian tidak ada keluhan,” kata Slamet.

Sekitar bulan Desember 2015 yang lalu, lanjutnya, bahu kiri Dian yang pernah terbentur itu, kembali membengkak. Semakin hari semakin membengkak, hingga saat ini mencapai seukuran bola kaki.

“Beberapa waktu yang lalu, bengkaknya, pecah dan mengeluarkan cairan. Menurut keterangan dokter, Dian menderita kanker tulang dan harus menjalani Kemoterapi untuk penyembuhan,” ujarnya.

Hanya saja, penghasilan Slamet sebagai kuli bangunan tidak mampu membiayai pengobatan Dian, yang harus menjalani Kemoterapi di Medan. “Meski ada Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), tapi saya tidak punya uang untuk biaya hidup di Medan, selama perawatan,” kata Slamet.

Kondisi itu, kata Slamet, membuat keluarganya harus pasrah atas nasib putranya itu. Selain itu, Dian juga berhenti dari bangku sekolah, hingga kelas 5 Sekolah Dasar (SD). “Saat ini, keluarga kami hanya bisa pasrah. Terserah Yang Kuasa. Kami ikhlas,” pungkasnya 

Penulis: deni. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan