HETANEWS

Berantas Buta Huruf di 15 Kabupaten di Papua, Dana Rp 7 Miliar Dikucurkan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Elias Wonda menandatangani kerja sama dengan delapan lembaga pendidikan untuk program pemberantasan buta huruf di 15 kabupaten, Selasa (25/10/2016)

JAYAPURA, hetanews.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua mengucurkan dana sebesar Rp 7 miliar kepada delapan lembaga pendidikan tinggi untuk memberantas buta huruf di 15 kabupaten di provinsi tersebut.

Delapan lembaga pendidikan di Papua yang mendapatkan dana hibah adalah Sekolah Tinggi Ilmu Kristen dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Wamena, Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Injili Ishak Samuel Keine Abepura, Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Sekolah Tinggi Teologi GIDI, Sekolah Tinggi Teologi Walter Post, Kolese Pendidikan Guru Merauke, Kolese Pendidikan Guru Nabire, dan Kolese Pendidikan Guru Mimika.

Penandatanganan kerja sama dengan pimpinan delapan lembaga pendidikan tersebut dilaksanakan, Selasa (25/10/2016), di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua pada Selasa kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Elias Wonda di Jayapura, Rabu (26/10/2016), mengatakan, bantuan dana bagi delapan lembaga pendidikan itu bertujuan untuk menurunkan angka buta huruf di Papua sebanyak 545.421 jiwa atau 28,61 persen dari sekitar 3 juta warga Papua.

“Persentase buta huruf di Papua paling tinggi di Indonesia. Sebab, jumlah penduduk hanya sedikit namun angka buta huruf tinggi. Dengan kebijakan ini, kami menargetkan angka buta huruf turun hingga 25 persen atau 20 persen dalam waktu dua tahun mendatang,” kata Elias.

Dia menuturkan, program pemberantasan buta huruf akan diterapkan di 15 kabupaten di Papua yang dominan terjadi masalah buta huruf.

“Daerah-daerah itu adalah Nduga, Puncak, Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat,” tutur Elias.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Protasius Lobya, mengatakan, delapan lembaga tersebut akan menggunakan dana Rp 7 miliar untuk menggelar kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di 15 kabupaten tersebut.

“Dalam kegiatan itu, mahasiswa dari delapan lembaga tersebut akan melatih warga dari usia dewasa hingga anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis,” kata Protasius.

Ketua Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Injili Ishak Samuel Keine Abepura, Mathias Gemnafi, mengapresiasi kebijakan Pemprov Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe untuk mengakomodir lembaga pendidikan keagamaan dalam pemberantasan buta huruf di Papua.

“Kebijakan ini baru pertama kali ada di Papua. Gubernur Lukas memiliki komitmen besar untuk memajukan sektor pendidikan di Papua,” kata Ishak.

sumber: kompas.com

Editor: edo.