HETANEWS

Pencurian CPU "Backhoe" Dinas Tata Air DKI Ganggu Proyek Waduk Cimanggis

Sebuah mesin backhoe terus melakukan pengerukan waduk pluit untuk mengembaalikan fungsinya seperti semula, Kamis (23/5/2013).

JAKARTA, hetanews.com - Kasus pencurian central processing unit (CPU) pada sebuah alat berat jenis backhoe di Waduk Cimanggis, Jakarta Timur berpotensi mengganggu proyek waduk.

"Ya iya, otomatis (mengganggu pengerjaan)," kata Pengawas Proyek Waduk Cimanggis Marudin, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/10/2016).

Sebab, menurut Marudin, alat berat yang dikirim ke Waduk Cimanggis, Jakarta Timur tujuannya untuk pengerjaan proyek pembuatan waduk baru tersebut. Meskipu, saat ini belum ada perintah memulai pengerukan untuk waduk.

Menurut Marudin, Dinas Tata Air DKI Jakarta mengirim dua alat berat kurang lebih sepekan lalu. Namun, baru saja proyek akan dikerjakan, terjadi kasus pencurian CPU di salah satu alat beratnya.

"Baru satu minggu alat berat itu di sana, kita belum action, belum ada kegiatan, baru naruh alat lalu terjadi pencurian. Tujuan (dikirim alat berat itu) untuk pembuatan waduk," ujar Marudin.

"Itu baru awal kita kirim dua. Nantikan bisa ditambah-tambah lagi, karena untuk pembuatan waduk itu kan enggak sedikit (butuh banyak alat berat)," ujar Marudin.

Marudin belum tahu kapan alat berat itu bisa diperbaiki. Jika sudah ada suku cadangnya, perbaikan pun mungkin membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. Yang menangani masalah perbaikan, lanjut dia, yakni Unit Pelaksana Peralatan dan Perbekalan (Alkal).

Perbaikan dinilai cukup rumit karena yang dicuri yakni CPU atau otak alat berat tersebut.

"Karena itu pemasangannya agak rumit, itu CPU kan, otak yang bekerja untuk mengatur semua kebutuhan alat berat tersebut," ujar Marudin.

Untuk memulai perbaikan, tambah Marudin, butuh surat laporan kehilangan dari polisi. Sementara, menurut Marudin, polisi membutuhkan kelengkapan surat untuk laporan.

"Tapi kalau untuk melengkapi (laporam polisi) itu, prosesnya kita harus koordinasi dulu ke kantor Dinas sama ke kantor Alkal. Saya juga enggak ngerti kalau surat-surat begitu, itu kantor," ujar Marudin.

Marudin menjelaskan, kasus hilangnya CPU alat berat itu terjadi Minggu (23/10/2016) pukul 03.00 dini hari, bukan hari Sabtu (22/10/2016) seperti diberitakan sebelumnya. Ia mengatakan, sebetulnya ada penjaga yang menjaga alat berat itu.

"Kebetulan, pada jam 01.00 dini harinya itu hujan besar. Penjaga saya, itu neduh di saung setempat. Kemungkiman dalam kondisi begitu dimanfaatkan pelaku," ujar Marudin.

Kepala Dinas Tata Air DKI, Teguh Hendrawan sebelumnya membenarkan kejadian tersebut.

"Iya itu benar kejadiannya hari Sabtu kemarin. CPU yang hilang. Jadi untuk yang menggerakan alat berat itukan pakai CPU tuh, itu yang dicuri," kata Teguh, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/10/2016) pagi.

Menurut Teguh, pencurian itu terjadi di saat pekerja lengah mengawasi alat berat. Dirinya belum mau menduga apakah ada keterlibatan orang dalam atas kejadian tersebut.

Di Waduk Cimanggis sendiri, lanjut Teguh, ada dua alat berat yang dioperasikan. Dua alat berat itu sudah beroperasi sekitar dua minggu di Waduk Cimanggis untuk melakukan pengerukan.

Kasus pencurian CPU itu menimpa satu alat berat di antaranya. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir sekitar Rp 200 juta.

sumber: kompas.com

Editor: edo.