HETANEWS

Surplus, Bulog Subang Kirim Beras 10.500 Ton ke Luar Daerah

Ilustrasi beras Bulog/Badan Urusan Logistik. TEMPO/Tony Hartawan

Subang, hetanews.com - Perum Bulog Subdivre Subang, Jawa Barat, melakukan tugas membantu pengiriman stok beras ke Bulog Subdivre Surabaya, Kalimantan Selatan, Bandung, dan Cianjur yang mengalami defisit cadangan beras dengan total 10.500 ton.

"Pengirimannya sudah kami lakukan pekan lalu," kata Kepala Subdivre Bulog Subang Taufik Budi Santoso saat ditemui Tempo di kantornya, Rabu, 26 Oktober 2016. Taufik menjelaskan, beras yang dikirim ke Surabaya dan Kalimantan Selatan masing-masing sebesar 2.000 ton, lalu ke Bandung 3.500 ton dan ke Cianjur 3.000 ton.
 

Meski telah melakukan tugas pembantuan, ujar Taufik, stok beras yang berada di gudang-gudang milik Bulog Subdivre Subang masih tetap mengalami surplus. "Stok beras kami saat ini mencapai 23 ribu ton dan cukup buat cadangan selama tujuh bulan ke depan," tuturnya.

Menurut Taufik, selain memiliki stok yang melimpah, Bulog Subang hingga medio pekan ketiga Oktober 2016 telah berhasil menghimpun pengadaan 97 persen dari 40 ribu ton beras yang ditargetkan Perum Bulog pusat.

"Saya pikir, target 40 ribu ton sudah bisa terpenuhi hingga akhir Oktober ini," ucap Taufik. Dan sampai medio Desember 2016, Taufik optimistis pengadaan beras Bulog Subang bisa mencapai 60 ribu ton. Sebab, area sawah yang akan dipanen masih luas.

Bulog membeli beras di tingkat petani sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 7.300 per kilogram. Kalau dalam bentuk gabah kering panen (GKP), HET-nya dibanderol Rp 3.700 per kg. Sedangkan untuk gabah kering giling (GKG) HET-nya Rp 4.650 per kg.

Kepala Bidang Peningkatan Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang Asep Supriatna mengatakan target produksi GKG sebanyak 1,2 juta ton pada musim tanam 2016 bakal terealisasi.

"Capaian GKG pada medio Januari-April 2016 saja sudah mencapai 573.359 ton dari luas lahan tanam 55.471 hektare," ujarnya. Adapun realisasi tanamnya mencapai 88.200 hektare. Artinya, masih tersisa sekitar 32.729 hektare tanaman padi yang belum dipanen.
 

sumber: tempo.co

Editor: edo.