Humbahas, hetanews.com - Kejadian unik tersebar di media sosial (medsos) dan youtube yang menjadi bahan pembicaraan netizen saat salah seorang anggota polisi mengajak pengendara berdoa sebelum ditilang.

Ternyata polisi itu adalah Bripka N Tambunan personil Sat Lantas Polres Humbang Hasundutan (Humbahas). Tindakan yang dilakukan Tambunan melalui rekaman video itu menuai pujian positif dan menjadi satu contoh baik untuk aparat Kepolisian lainnya.

Saat diwawancarai hetanews, Sabtu (22/10/2016), ternyata ada alasan dari Tambunan yang mendoakan pengendara mobil sebelum ditilang.

Ini berawal dari kisah sedih dibalik pekerjaan yang digelutinya pada tahun 2014 tepatnya bulan Oktober lalu. Kala itu dirinya mendapat cobaan berat yang menimpa dirinya, sehingga Tambunan pun merasa bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan hidup yang panjang. Sembari menceritakan kisah yang dialaminya, Tambunan menunjukkan beberapa bekas bacokan di tubuh dan wajahnya.

"Waktu itu pada bulan Oktober 2014 lalu, saya sedang membangun rumah di daerah Sihite Dua Kecamatan Doloksanggul dan masih ingat kejadiannya. Saat itu saya usai tugas kerja dan duduk di depan rumah baru sambil menyandarkan kepala ke kedua telapak tangan untuk melihat-lihat tukang yang mengerjakan keramik di rumah," paparnya.

Tidak ada angin dan hujan, tiba-tiba didatangi seorang pria yang kurang dikenalnya. Pria yang disebut-sebut kurang waras itu menyerang Tambunan dengan parang hingga mengenai tangannya.

"Saya pun langsung terjatuh dari kursi dan tidak sadar untuk kedua kalinya parang itu pun kembali dilayangkan ke bagian wajah, sehingga hidung terluka dan gigi copot. Ini menimbulkan beberapa luka di wajah saya," tukasnya.

Dia menuturkan, pria itu kembali melayangkan parang ke tangannya. Ini menyebabkan salah satu jari tangannya terputus. Pria itu ternyata belum puas menyerang Tambunan dan kembali melayangkan parang ke bagian kepala.

"Pada waktu itu saya berpikir hidup saya akan berakhir di situ. Namun Tuhan belum merestui hal itu. Tuhan mengajari saya untuk melewati cobaan itu dengan berbuat baik dan berdoa," terang Tambunan.

Mengenai video dirinya mendoakan pengendara yang akan ditilang, Tambunan mengaku, pada dasarnya tidak ingin dipublikasikan untuk umum, hanya dijadikan dokumentasi pribadi.

"Entah bagaimana video itu bisa jadi menyebar luas di masyarakat, baik itu di youtube dan medsos. Itu kejadiannya tanggal 9 September 2016 lalu,'' tukas Tambunan.

Sementara Kapolres Humbahas AKBP Idodo Simangunsong juga merasa bersyukur atas tindakan personilnya yang betul-betul mengayomi masyarakat dengan tulus dan patut ditiru.

"Saya merasa gembira melihat personil Polres Humbahas yang benar-benar melindungi dan mengayomi masyarakat," sebutnya.

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2009-2012 dan menangani kasus Korlantas Polri ini menerangkan, tugas polisi itu merupakan suatu kreatifitas. Menurut tamatan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1997 ini, kreatifitas itu tentunya disesuaikan dengan kearifan lokal pada masyarakat Humbahas khususnya.